Kepemimpinan Situasional Berbasis MBTI ISFP-T dalam Kolaborasi Lintas Program TB-HIV dan Keselamatan Pasien
Nama : Maria Novella Natasya Paju
NIM : 23.P1.0010
Konteks dan Latar Belakang Personal
Berdasarkan hasil assessment MBTI, tipe kepribadian yang saya peroleh adalah ISFP-T (Introverted, Sensing, Feeling, Perceiving – Turbulent). Tipe kepribadian ini menggambarkan seseorang yang cenderung tenang, peka terhadap lingkungan sekitar, memiliki kepedulian terhadap orang lain, serta lebih nyaman menunjukkan kemampuan melalui tindakan nyata. Karakteristik kepribadian seseorang dapat memengaruhi cara berkomunikasi, bekerjasama, dan menjalankan peran dalam suatu organisasi6.
Karakteristik ISFP-T sesuai dengan diri saya karena saya lebih mudah memahami kondisi orang lain, mendengarkan pendapat sebelum mengambil keputusan, serta berusaha menciptakan hubungan kerja yang baik dalam kelompok. Kemampuan memahami kebutuhan anggota tim menjadi salah satu aspek penting dalam membangun kerja sama yang efektif dalam pelayanan kesehatan4.
Namun, sebagai calon pemimpin masih terdapat beberapa kemampuan yang perlu dikembangkan, seperti meningkatkan kepercayaan diri dalam mengambil keputusan, menyampaikan pendapat secara tegas, serta meningkatkan kemampuan komunikasi agar dapat menjalankan kepemimpinan secara efektif.
Model Kepemimpinan yang Relevan
Model kepemimpinan yang sesuai dengan karakteristik saya adalah kepemimpinan situasional. Model ini menekankan bahwa pemimpin perlu menyesuaikan gaya kepemimpinan berdasarkan kondisi, kemampuan, dan kebutuhan anggota tim. Pendekatan kepemimpinan yang fleksibel dapat membantu menciptakan hubungan kerja yang lebih efektif dan mendukung pencapaian tujuan organisasi4.
Pemilihan model kepemimpinan situasional sesuai dengan karakter ISFP-T karena pendekatan ini membutuhkan kemampuan memahami individu dalam tim. Sebagai pemimpin, saya dapat memberikan arahan lebih intensif kepada anggota yang masih membutuhkan bimbingan, sementara anggota yang sudah memiliki kemampuan dapat diberikan kepercayaan untuk menjalankan tanggung jawabnya.
Kelebihan karakter ISFP-T seperti empati, kemampuan mendengarkan, dan kepedulian terhadap orang lain dapat mendukung terciptanya lingkungan kerja yang positif. Namun, kecenderungan menghindari konflik perlu dikembangkan agar seorang pemimpin mampu memberikan evaluasi, menyelesaikan permasalahan, dan mengambil keputusan secara profesional6.
Aplikasi Kepemimpinan Situasional pada Lintas Program Penanganan TB-HIV di Puskesmas
Apabila saya menjadi koordinator program TB-HIV di Puskesmas X, saya akan menerapkan kepemimpinan situasional dengan membangun kolaborasi antara dokter, perawat, tenaga laboratorium, tenaga promosi kesehatan, kader, dan pihak terkait lainnya. Pelayanan TB-HIV membutuhkan koordinasi lintas program karena keberhasilan pengobatan tidak hanya dipengaruhi oleh aspek medis, tetapi juga dukungan sistem pelayanan dan kerja sama antar profesi2.
Langkah awal yang dilakukan adalah melakukan advokasi kepada pihak manajemen puskesmas dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan komitmen terhadap program TB-HIV. Selanjutnya dilakukan penguatan tim melalui pembagian tugas yang jelas, komunikasi terbuka, serta peningkatan pemahaman mengenai peran setiap anggota. Pendekatan peningkatan mutu berbasis kolaborasi terbukti dapat membantu memperbaiki kualitas pelayanan TB-HIV melalui dukungan kepemimpinan dan kerja sama tim2,3.
Dalam koordinasi lintas sektor, saya akan membangun kerja sama dengan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan komunitas pasien untuk meningkatkan penemuan kasus, kepatuhan pengobatan, serta mengurangi stigma terhadap pasien TB-HIV. Kolaborasi antar program dan dukungan organisasi menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelayanan TB-HIV terpadu2.
Monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala dengan melihat capaian program, hambatan pelayanan, kepatuhan pasien terhadap pengobatan, serta kualitas pelayanan yang diberikan. Evaluasi diperlukan agar setiap permasalahan dapat segera ditemukan dan dilakukan perbaikan secara berkelanjutan3.
Peluang yang dapat dimanfaatkan adalah meningkatnya kerjasama antar tenaga kesehatan dan dukungan program kesehatan. Namun, tantangan yang mungkin muncul adalah keterbatasan sumber daya, stigma masyarakat, dan rendahnya kepatuhan pasien. Strategi yang dilakukan yaitu memperkuat edukasi kesehatan, meningkatkan komunikasi dengan pasien, dan membangun dukungan dari berbagai pihak2.
Aplikasi Kepemimpinan untuk Peningkatan Mutu Keselamatan Pasien dan Petugas Kesehatan
Dalam fasilitas kesehatan tingkat lanjut, saya memilih sasaran keselamatan pasien yaitu komunikasi efektif. Komunikasi merupakan bagian penting dalam pelayanan kesehatan karena kesalahan komunikasi dapat meningkatkan risiko kesalahan pelayanan dan menurunkan keselamatan pasien1.
Sebagai pemimpin tim peningkatan mutu, saya akan menerapkan kepemimpinan situasional dengan membangun budaya kerja yang terbuka dan mendukung. Pemimpin yang mampu memberikan dukungan terhadap keselamatan pasien serta membangun kerja sama tim dapat meningkatkan budaya keselamatan dalam organisasi kesehatan1,4.
Upaya yang dilakukan meliputi pelatihan komunikasi efektif, penerapan sistem pelaporan insiden, evaluasi rutin, dan meningkatkan koordinasi antar profesi. Kerja sama tim yang baik antara tenaga kesehatan berperan penting dalam menciptakan pelayanan yang aman dan berkualitas1,4.
Tantangan yang mungkin muncul adalah perbedaan karakter tenaga kesehatan, beban kerja tinggi, dan hambatan komunikasi. Untuk mengatasinya diperlukan pembagian tugas yang jelas, komunikasi terbuka, serta evaluasi berkelanjutan agar budaya keselamatan pasien dapat diterapkan secara konsisten5.
Kesimpulan
Kepemimpinan situasional merupakan model yang sesuai dengan karakteristik ISFP-T karena menekankan kemampuan memahami kebutuhan anggota tim dan menyesuaikan gaya kepemimpinan berdasarkan kondisi. Dalam pelayanan kesehatan, pendekatan ini dapat mendukung keberhasilan kolaborasi lintas program TB-HIV serta meningkatkan budaya keselamatan pasien dan petugas kesehatan. Seorang pemimpin tidak hanya membutuhkan kemampuan mengambil keputusan, tetapi juga kemampuan membangun hubungan, komunikasi, dan kerja sama untuk mencapai pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Daftar Pustaka
Zaheer S, Ginsburg L, Wong HJ, Thomson K, Bain L, Wulffhart Z, et al. Acute care nurses’ perceptions of leadership, teamwork, turnover intention and patient safety: a mixed methods study. BMC Nursing. 2021;20(1):134. doi:10.1186/s12912-021-00652-w.
Gengiah S, Connolly C, Yende-Zuma N, Barker PM, Nunn AJ, Padayatchi N, et al. Organizational contextual factors that predict success of a quality improvement collaborative approach to enhance integrated HIV-tuberculosis services: a sub-study of the Scaling up TB/HIV Integration trial. Implementation Science. 2021;16:88. doi:10.1186/s13012-021-01155-7.
Gengiah S, Connolly C, Yende-Zuma N, Barker PM, Nunn AJ, Padayatchi N, et al. A cluster-randomized controlled trial to improve the quality of integrated HIV-tuberculosis services in primary healthcare clinics in South Africa. Journal of the International AIDS Society. 2021;24(9):e25803. doi:10.1002/jia2.25803.
van Diggele C, Roberts C, Lane S. Leadership behaviours in interprofessional student teamwork. BMC Medical Education. 2022;22:834. doi:10.1186/s12909-022-03923-5.
McFadden KL, Stock GN, Gowen CR. Leadership: Patient safety depends on it! Collegian. 2021;28(6):604-609. doi:10.1016/j.colegn.2021.07.004.
Louwen C, Reidlinger D, Milne N. Profiling health professionals’ personality traits, behaviour styles and emotional intelligence: a systematic review. BMC Medical Education. 2023;23:120. doi:10.1186/s12909-023-04003-y.
Pernyataan Orisinalitas Karya Tulis
Saya menyatakan bahwa seluruh konten dan sumber referensi yang digunakan dalam pengerjaan tugas atau naskah tersebut merupakan hasil karya sendiri dan menggunakan sumber informasi yang valid dan reliabel. Jika ditemukan adanya kecurangan, penggunaan bantuan teknologi dan tindakan plagiasi terhadap pekerjaan orang lain maka saya bersedia mengulang dan pengurangan nilai perilaku.
Semarang, 27 Juni 2026
Maria Novella Natasya Paju
23.P1.0010

Komentar
Posting Komentar