Tipe Kepribadian ESTJ dalam FKTP: Sistem Manajemen Berjalan
Tipe Kepribadian ESTJ dalam FKTP: Sistem Manajemen Berjalan
Nama : Cornelia Areta Mahardika
NIM : 22.P1.0042
Latar Belakang
Kepribadian atau personality merupakan sekumpulan pola emosional, kognitif, dan perilaku yang khas, yang berbeda antara satu individu dengan individu lainnya, namun cenderung tetap konsisten seiring waktu dan dalam berbagai konteks1. Berbagai tes dapat dilakukan untuk mengetahui tipe kepribadian seseorang, namun Myers-Briggs Type Indikator atau MBTI merupakan instrumen tes yang paling sering digunakan. MBTI dibentuk berdasarkan teori tipologi oleh Carl Jung dalam bukunya yang berjudul “Psychological Type”. Carl Jung berteori bahwa terdapat empat fungsi psikologis utama yang digunakan manusia dalam menjalani kehidupan, yaitu: sensasi (sensation), intuisi (intuition), perasaan (feeling), dan pemikiran (thingking)2.
Dalam MBTI, terdapat 16 karakter yang didasarkan pada klasifikasi dimensi kepribadian. Salah satu karakter tersebut adalah ESTJ. Tipe kepribadian ESTJ dikenal sebagai pribadi yang menjunjung tinggi keteraturan dan nilai-nilai tradisional. Mereka cenderung menggunakan pemahaman tentang norma sosial serta prinsip benar dan salah untuk menjaga keharmonisan di lingkungan keluarga maupun masyarakat. ESTJ dikenal sebagai sosok yang jujur, bertanggung jawab, dan memiliki semangat kuat untuk membimbing orang lain. Mereka juga terbiasa menyusun rencana secara matang dan mengeksekusi secara disiplin. Ketika menghadapi tantangan, tipe kepribadian ini tidak mudah untuk mundur dan justru akan tampil sebagai pemimpin yang siap mengarahkan situasi sulit3.
Model Kepemimpinan yang Relevan
Kepemimpinan merupakan suatu proses dalam membimbing dan memengaruhi aktivitas yang berhubungan dengan tugas-tugas yang dilakukan oleh anggota kelompok. Sedangkan, model atau gaya kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai pola perilaku, strategi, ataupun konsep yang sering diterapkan oleh seorang pemimpin untuk mempengaruhi bawahan agar sasaran organisasi dapat tercapai. Terdapat berbagai macam gaya kepemimpinan, yaitu: gaya kepemimpinan autokratis, demokratis, laissez-faire., transformasional, situasional, karismatik, transaksional, dan delegatif4.
Orang dengan tipe kepribadian ESTJ paling sesuai dengan model kepemimpinan transaksional. Hamstra et al. (2014) merupakan bentuk hubungan saling menguntungkan antara pemimpin dan bawahan, di mana pemimpin berfokus pada pencapaian tujuan bersama, sementara bawahan mengharapkan imbalan atau penghargaan sebagai hasil dari kontribusi dan kinerja yang telah diberikan. Model kepemimpinan ini cocok dengan tipe kepribadian ESTJ karena sifat ESTJ yang tegas dan berorientasi pada struktur serta aturan, fokus pada pencapaian target dan efisiensi, serta menyukai sistem penghargaan dan hukuman yang adil. Tipe kepribadian ESTJ dengan tipe kepemimpinan ini diharapkan mampu menciptakan suasana kerja yang terstruktur, produktif, dan berorientasi hasil, dengan hubungan yang jelas antara kinerja dan imbalan5.
Aplikasi Model Kepemimpinan ESTJ dalam Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama untuk Kegiatan Lintas Program Penanganan TB-HIV
Tipe kepribadian ESTJ akan mengedepankan ketegasan, keteraturan, dan berorientasi pada hasil. Hal tersebut sangat relevan untuk diterapkan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, khususnya dalam mengelola kegiatan lintas program seperti dalam tindakan penanganan TB-HIV. Pemimpin dengan kepribadian ini dikenal sebagai pemimpin yang mampu membuat struktur kerja yang jelas, menetapkan tujuan dengan konkret, dan memastikan program berjalan sesuai dengan standar operasional. Ketika berkolaborasi dengan model kepemimpinan transaksional, maka akan mendorong terciptanya hubungan kerja yang bersifat timbal balik antara pemimpin dengan bawahan, di mana kinerja yang baik akan diberi penghargaan, sedangkan penyimpangan akan ditindaklanjuti secara objektif oleh orang dengan tipe kepribadian dan kepemimpinan ini.
Advokasi
Dalam advokasi, ESTJ berperan dalam mendorong pentingnya kebijakan yang akan meningkatkan kualitas pelayanan TB-HIV secara terstruktur dan akan memanfaatkan data serta laporan yang ada untuk memperkuat argumentasi kepada
Penguatan Tim
Seorang pemimpin dengan MBTI ESTJ cenderung akan membagi tugas secara jelas, memberikan arahan dengan terperinci, hingga menciptakan suasana kerja yang lebih disiplin, produktif, dan efisien.
Koordinasi Lintas Sektor
Dalam aspek ini, ESTJ sangat baik dalam mengatur dan menyinkronkan berbagai kegiatan antarunit maupun lintas sektor. Orang dengan kepribadian ini cenderung akan mengadakan rapat koordinasi secara berkala, membuat alur kerja yang sistematis, dan menetapkan tanggung jawab serta peran yang jelas untuk masing-masing sektor.
Kolaborasi Interprofesional
Dalam aspek ini, ESTJ memiliki kemampuan manajerial dan pendekatan yang terstruktur, sehingga mereka dapat menyatukan kerja dokter, perawat, petugas laboratorium hingga kader kesehatan dalam satu visi misi dan alur kerja yang terstruktur, sehingga pasien TB-HIV mendapatkan kualitas pelayanan yang baik dan menyeluruh.
Monitoring dan Evaluasi
ESTJ merupakan tipe kepribadian yang teliti dan cermat dalam hal pelaporan dan pencapaian indikator. Tipe kepribadian ini akan memastikan program dilaksanakan dengan baik dan sesuai SOP, menggunakan sistem pelaporan yang sudah terstandarisasi, hingga melakukan evaluasi kinerja tim secara rutin untuk terus melakukan improvement terhadap pelayanan kesehatan.
Aplikasi Model Kepemimpinan Untuk Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut Untuk Peningkatan Mutu
Tipe kepribadian ESTJ dengan model kepemimpinan transaksional dapat diterapkan secara efektif di fasilitas kesehatan tingkat lanjut untuk mendukung peningkatan mutu layanan di fasilitas kesehatan tersebut. Pemimpin dengan kepribadian ESTJ cenderung memiliki kemampuan organisasi yang kuat, disiplin, dan fokus pada sistem operasional yang lebih efisien. Dengan model kepemimpinan yang transaksional ini, orang dengan tipe kepribadian ESTJ akan menetapkan standar kerja yang jelas, memantau kinerja dengan konsisten, serta memberikan feedback berupa penghargaan atau mengkoreksi kesalahan untuk mencapai target tujuan. Orang dengan pola kepemimpinan ini akan mendorong tenaga kesehatan untuk bekerja sesuai protokol yang telah ditentukan, mempercepat pengambilan keputusan, serta memperkuat tanggung jawab dan koordinasi lintas unit di faskes. Dengan begitu, diharapkan kualitas layanan dapat selalu terjaga dan dapat ditingkatkan secara kontinyu.
Identifikasi Pasien
Dalam pelayanan kesehatan, identifikasi pasien merupakan bagian paling krusial yang nantinya akan menentukan keamanan dan kualitas pelayanan bagi pasien. Dalam hal ini, penerapan kepemimpinan ESTJ sebagai pribadi yang tegas, sistematis, dan berorientasi pada aturan menjadi sangat relevan untuk menjamin proses identifikasi pasien. Dengan adanya kepemimpinan ESTJ ini diharapkan proses identifikasi pasien dapat dilakukan secara benar. Pemimpin dengan kepribadian ESTJ akan memastikan bahwa seluruh tenaga kesehatan memahami pentingnya proses identifikasi pasien hingga dampak jika proses tersebut tidak dijalankan dengan baik. ESTJ juga akan berorientasi pada SOP yang ketat untuk memverifikasi identitas pasien sebelum dilakukannya tindakan.
Kesimpulan
Tipe kepribadian ESTJ dikenal sebagai sosok yang tegas, terstruktur, dan result oriented, yang menjadikan kepribadian ini sesuai dengan model kepemimpinan transaksional yang mengutamakan hubungan timbal balik antara pemimpin dengan bawahan berdasarkan pencapaian kinerja. Kombinasi ini dapat diterapkan secara efektif apabila diterapkan di fasilitas kesehatan, baik tingkat pertama maupun tingkat lanjut. Di fasilitas kesehatan tingkat pertama, pemimpin dengan karakter ESTJ mampu mengelola kegiatan lintas program seperti penanganan TB-HIV dengan membuat struktur kerja yang jelas dan pemberian reward atau sanksi secara adil. Sementara itu, di fasilitas kesehatan tingkat lanjut, model kepemimpinan ini akan mendorong peningkatan kualitas pelayanan melalui pengawasan kinerja yang konsisten, kepatuhan terhadap protokol, serta koordinasi antar unit. Dengan demikian, penerapan model kepemimpinan ESTJ-transaksional ini berpotensi untuk memperkuat efisiensi kinerja organisasi, mendorong kedisiplinan tenaga kesehatan, serta memastikan pelayanan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Pertanyaan Orisinalitas Karya Tulis
Saya menyatakan bahwa seluruh konten dan sumber referensi yang digunakan dalam pengerjaan tugas atau naskah tersebut merupakan hasil karya sendiri dan menggunakan sumber informasi yang valid dan reliabel. Jika ditemukan adanya kecurangan, penggunaan bantuan teknologi dan tindakan plagiasi terhadap pekerjaan orang lain maka saya bersedia mengulang dan pengurangan nilai perilaku.
1. Zakiudin A, Shaluhiyah Z. Perilaku Kebersihan Diri (Personal Hygiene) Santri di Pondok Pesantren Wilayah Kabupaten Brebes akan Terwujud Jika Didukung dengan Ketersediaan Sarana Prasarana. J Promosi Kesehat Indones. 2016 Aug 18;11(2):64–83.
2. Gofar N, Napitupulu SM, Rubiyanti Y. Profil Karakter Mahasiswa Baru Universitas Sriwijaya Angkatan 2019 Berdasarkan Jalur Masuk Perguruan Tinggi. 2019;
3. ESTJ Personality (Executive) | 16Personalities [Internet]. [cited 2025 Jul 4]. Available from: https://www.16personalities.com/estj-personality, https://www.16personalities.com/estj-personality
4. Muntatsiroh A, Hendriani S. TIPE-TIPE KEPEMIMPINAN DAN TEORI KEPEMIMPINAN DALAM SUATU ORGANISASI. J Econ Edu. 2024 Feb 2;4(2):172–8.
5. Mubarok Z. Model Kepemimpinan Transformasional dan Transaksional Serta Aplikasinya dalam Pendidikan Islam. 2025;2.
Komentar
Posting Komentar