Si Protagonis ENFJ Menjadi Seorang Pemimpin

Nama    : Rorencya Imel Aldora 

NIM    : 22.P1.0015


                Si Protagonis ENFJ Menjadi Seorang Pemimpin 

A. Latar Belakang

Kepribadian adalah serangkaian karakteristik perilaku yang membedakan individu satu sama lain. Individu memperoleh suatu kepribadian dari pengaruh pola perilaku yang dipelajari, lingkungan, dan perilaku orang lain. Salah satu aspek manusia yang memegang peranan penting dalam perilaku organisasi seseorang adalah kepribadian. Aspek mempengaruhi cara berpikir, perasaan, dan perilaku seseorang. Penilaian kepribadian merupakan bidang ilmiah yang banyak diteliti. Instrumen penilaian kepribadian Model Myers-Briggs (MBTI) sebagai salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk mengetahui tipe kepribadian. 

Salah satu kepribadian dengan penilaian MBTI adalah ENFJ. ENFJ meliputi aspek Ekstrovert, Intuitive, Feeling, dan Judging. Kepribadian ini menggambarkan sebagai individu yang memiliki karismatik, persuasif, dan cukup banyak berkomunikasi dengan orang lain. ENFJ memiliki kekuatan utama yaitu pemimpin alami. Hal ini berarti bahwa orang yang memiliki kepribadian ini menemukan dirinya dalam kepemimpinan. Kepribadian ENFJ memiliki keterampilan interpersonal yang sangat baik dan hal ini sangat berpengaruh dalam dunia kerja yang membutuhkan kolaborasi produktif. Tipe kepribadian ini tidak hanya memiliki tipe karismatik akan tetapi juga memiliki kecenderungan untuk menerima kritik yang membangun. Seorang ENFJ memiliki kelemahan ketika cenderung tidak mementingkan diri sendiri dan berjuang untuk membantu orang lain, hal ini dapat menimbulkan kemampuan dalam kepemimpian pada tipe kepribadian ini cenderung objektif. 

B. Model Kepemimpinan yang Relevan 

Sebagai seorang ENFJ yang memiliki kemampuan interpersonal baik dalam kolaborasi kerja dalam tim, kepribadian ini mengarah pada tipe kepemimpinan demokratik. Tipe kepemimpinan demokratik mengarah pada pengambilan keputusan dengan keterlibatan kelompok, berbagi tanggung jawab, dan mendorong keputusan terbuka. Keterlibatan anggota menciptakan saran dan implementasi ide-ide baru. Kepemimpinan demokratis mempertimbangkan berbagai aspek perspektif untuk membentuk suatu kebijakan. Selain itu kepemimpinan demokratis mengakui pendapat yang mendorong perubahan positif. 

Kepribadian ENFJ memiliki sikap terbuka terhadap orang lain sehingga hal ini sangat relevan terhadap jenis kepemimpinan demokrasi yang memiliki kepemimpinan menurut keputusan kelompok. Seorang ENFJ memiliki tipe komunikasi yang cukup baik terhadap orang lain, pada kepemimpinan demokrasi keterlibatan anggota kelompok menjadi sangat penting dalam pengambilan keputusan karena hubungan antar individu ini membuat ENFJ sesuai dengan kepemimpinan demokrasi. Karakteristik dari ENFJ yang cenderung menerima kritik dan saran dari anggota kelompok menciptakan lingkungan yang partisipatif. Karakteristik dari kepribadian ini dengan kepemimpinan demokrasi dapat mendorong anggota kelompok untuk berkembang. Hal ini juga dapat menghindarkan dari kesalahpahaman dari anggota kelompok dan menghasilkan lingkungan yang suportif. 

C. Aplikasi Model Kepemimpinan Demokrasi Untuk Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Untuk Kegiatan Lintas Pertama Penanganan TB-HIV

Pelayanan kesehatan pertama yang dapat dijangkau masyarakat dikenal dengan fasilitas kesehatan pertama (Faskes Tingkat 1). Salah satu fasilitas kesehatan tingkat pertama adalah puskesmas. Puskesmas sebagai faskes pertama memiliki tugas dalam pemeriksaan suatu penyakit dan upaya penanggulangan penyakit. Penyakit tuberkulosis dan hiv merupakan penyakit yang juga termasuk dalam program pengendalian di puskesmas. Penyebaran dan urgensi penyakit tuberkulosis serta hiv sangat perlu diperhatikan. Hal ini membutuhkan suatu program dan kebijakan untuk mendukung penurunan angka kejadian penyakit tersebut. Pelaksanaan dan penanganan TB-HIV mencakup: 

Advokasi 

Pelaksanaan program TB-HIV diperlukan adanya pendekatan sosial di masyarakat untuk mengurangi adanya stigma penyakit TB-HIV ini, karena penyakit ini pada dasarnya dianggap mengancam dan memilih untuk tidak melakukan pendekatan pada penderitanya. Hal ini akan mempengaruhi kondisi pasien yang mengalami TB-HIV. 

Penguatan Tim

Peran tim dalam berlangsungnya program tersebut dapat mempengaruhi pelaksanaan upaya penanggulangan. Pelatihan terkait skrining TB-HIV sangat diperlukan untuk penanganan yang cepat dan tepat. 

Kondisi lintas sektor

Sektor dari mitra lain sangat mendukung terkait kelancaran program penanggulangan TB-HIV.

Kolaborasi interprofesional 

Kerja sama tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, dan apoteker sangat dibutuhkan untuk peningkatan pelayanan kesehatan. 

Monitoring dan Evaluasi 

Pemantauan pelaksanaan program ini sangat berguna untuk meningkatkan kualitas pelayanan. 


Tantangan, Peluang dan Upaya

Kepemimpinan demokrasi memiliki tantangan dan peluang pada implementasi program TB-HIV faskes pertama. Berbagai peluang seperti mendorong keterlibatan masyarakat serta kolaborasi antar sektor dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan kepemimpinan demokrasi dalam pengambilan keputusan bersama membuat anggota tim merasa lebih dihargai. Tantangan yang dihadapi pada kepemimpinan ini meliputi durasi pengambilan keputusan lebih lama dengan kondisi yang membutuhkan keputusan yang cepat, karena pada kepribadian ini seorang pemimpin demokrasi dalam pengambilan keputusan dilakukan secara bersama-sama bukan dari keputusan individu. Upaya tantangan dari kepribadian ini dapat membuat suatu agenda rapat atau diskusi dengan memberikan batas waktu agar keputusan yang didapat dapat segera dilakukan, hal ini penting karena penyakit TB-HIV membutuhkan keputusan kebijakan penanganan yang cepat untuk menghindari ancaman peningkatan kejadian penyakit tersebut. 


D. Aplikasi Model Kepemimpinan Untuk Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut Untuk Peningkatan Mutu 

Kepemimpinan demokrasi mendorong untuk komunikasi dua arah hal ini membantu dalam peningkatan mutu dalam fasilitas kesehatan tingkat lanjut, karena dapat membantu untuk mengurangi adanya kesalahpahaman dalam berbagai sektor dan peningkatan keberhasilan pelayanan. Sasaran keselamatan yang dapat diimplementasikan menurut kepemimpinan demokrasi adalah komunikasi efektif, hal ini dapat mendorong kerja sama yang baik dari berbagai sektor dalam pelayanan kesehatan seperti rumah sakit. Komunikasi efektif sangat berpengaruh pada hasil pelayanan pasien, dimana adanya komunikasi efektif dapat menghindari kesalahan klinis seperti pemberian obat. Peningkatan komunikasi efektif dapat menghasilkan mutu yang akurat dan jelas. 

Tantangan, Peluang, dan Upaya Antisipatif 

Tantangan pada komunikasi efektif ini adalah tidak semua orang memiliki pemahaman dan gaya komunikasi yang sama, hal ini menyebabkan penyampaian yang diberikan diterima secara berbeda. Beberapa individu juga memiliki kepribadian yang tertutup dan hal ini dapat menjadi sebuah tantangan sasaran keselamatan pada komunikasi efektif. Peluang pada sasaran keselamatan ini adalah terjalinnya kerja sama antar profesi yang mendukung hasil mutu pelayanan kesehatan karena aspek komunikasi dapat meningkatkan kepercayaan antar sektor. Upaya antisipatif yaitu dengan program pengenalan untuk tim tenaga medis dan pelatihan komunikasi efektif. 

E. Kesimpulan 

Kepribadian seseorang mempengaruhi dasar kepemimpinan. Karakteristik kepemimpinan akan menghasilkan kebijakan dan kelancaran dalam upaya suatu program kesehatan khususnya TB-HIV. Setiap kepribadian memiliki kekurangan dan peluang yang harus diperhatikan karena hal ini akan mempengaruhi suatu keputusan yang akan diambil sebagai seorang pemimpin. Hal yang perlu diperhatikan adalah upaya untuk mengatasi tantangan yang ada pada aplikasi model kepemimpinan. Seorang pemimpin tidak hanya bekerja sendiri namun membutuhkan kerja sama dalam tim untuk memutuskan suatu kebijakan dan peningkatan mutu program pelayanan kesehatan.

Daftar Pustaka 
1. 
Turbulent Protagonist | 16Personalities [Internet]. 16Personalities. 2025 [cited 2025 Jul 4]. Available from: https://www.16personalities.com/profiles/enfj-t/x/73m4772rj
 2. E J, T J. Personality styles and organizational effectiveness. Journal of Community Medicine & Health    Care. 2021 May 22;6(1). 
3. P.A.Woods, Democratic leadership, in Oxford Research Encyclopedia of Education, 2020.
Pernyataan orisinalitas karya tulis
Saya menyatakan bahwa seluruh konten dan sumber referensi yang digunakan dalam pengerjaan tugas atau naskah tersebut merupakan hasil karya sendiri dan menggunakan sumber informasi yang valid dan reliabel. Jika ditemukan adanya kecurangan, penggunaan bantuan teknologi dan tindakan plagiasi terhadap pekerjaan orang lain maka saya bersedia mengulang dan pengurangan nilai perilaku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WARTA TALENTA PRO PATRIA ET HUMANITATE DI TANAH MINAHASA

INTP-T Sebagai Pemimpin

Logic Champion as a Leader