Petualangan Sunyi Kepemimpinan Sang Seniman ISFP
Karakteristik Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) saya adalah tipe Introverted, Sensing, Feeling, and Perceiving (ISFP). Tipe ini dikenal sebagai "The Adventurer" atau "The Artist" karena memiliki karakter yang artistik, sensitif, dan menikmati eksplorasi estetika. Kepribadian dari ISFP digambarkan sebagai sosok yang tenang, santai dan pecinta damai serta cenderung fokus pada nilai-nilai pribadi, keindangan dan kesenangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Tipe kepribadian ISFP dibedakan dari tipe-tipe lain dalam MBTI berdasarkan empat preferensi dasar, yaitu Introvert menggambarkan seseorang lebih senang berada di lingkungan yang lebih kecil dan tenang karena seseorang dengan kepribadian ini dapat menjadi diri mereka sendiri tanpa banyak gangguan. Dalam hal ini bukan berrati mereka anti sosial melainkan aktivitas atau interaksi sosial yang berkepanjangan dan terlalu intens dapat membuat mereka merasa lelah dan membutuhkan waktu untuk memulihkan energi. Sensing menggambarkan mereka cenderung mengandalkan informasi berdasarkan pancaindera yang bersifat aktual. Mereka melihat dunia melalui fakta dan realitas yang mereka alami secara langsung daripada melalui ide-ide abstrak sehingga hal ini membuat mereka lebih menyukai pekerjaan yang membutuhkan perhatian terhadap detail. Feeling menggambarkan mereka cenderung mengorganisir dan menstruktur-kan informasi yang diperoleh dan menghasilkan keputusan berdasarkan nilai pribadi dan kemanusian. Bisa dikatakan bahwa mereka peka terhadap perasaan orang lain dan cenderung menghormati perspektif emosional orang lain. Perceiving menggambarkan bahwa mereka cenderung memiliki kehidupan yang fleksibel serta spontan. ISFP cenderung fleksibel dan mudah menyesuaikan diri dengan situasi yang berubah.
Kelebihan yang dimiliki oleh kepribadian ISFP diantaranya yaitu:
- Kreativitas: ISFP memiliki kemampuan dalam berpikir kreatif dan biasanya memiliki mereka minat tinggi dalam bidang seni. Mereka dapat mengekspresikan diri mereka melalui musik, lukisan, atau bentuk seni lainnya.
- Empati tinggi: ISFP sangat peka terhadap perasaan orang lain dan memiliki kemampuan untuk menempatkan diri di posisi orang lain. Mereka cenderung menjadi pendengar yang baik dan peka terhadap kebutuhan orang lain.
- Fleksibel: ISFP tidak suka dibatasi oleh aturan atau rutinitas yang kaku. Mereka sangat fleksibel dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di sekitar mereka.
- Mudah sensitif: ISFP sangat peka terhadap lingkungan sekitar dan perasaan orang lain, mereka bisa menjadi terlalu emosional atau merasa terluka oleh komentar yang bahkan tidak disengaja.
- Kurang terstruktur: ISFP cenderung hidup spontan dan kurang terorganisir, yang kadang dapat membuat mereka mengalami kesulitan dalam memenuhi deadline atau merencanakan sesuatu dengan baik.
- Sulit mengambil keputusan: Karena sering kali lebih berfokus pada pengalaman dan perasaan, ISFP dapat mengalami kebingungan dalam membuat keputusan yang perlu pertimbangan logis atau praktis.
Aplikasi model kepemimpinan untuk fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk kegiatan lintas program penanganan TB-HIV
TB-HIV adalah kondisi penyakit serius dan membutuhkan penanganan khusus. Penanganan TB-HIV di Puskesmas X yang dipimpin oleh kepribadian ISFP akan menerapkan model kepemimpinan humanistik. Model kepemimpinan ini menekankan pentingnya kepedulian terhadap perasaan anggota tim serta menciptakan suasana kerja yang nyaman dan kondusif. Hal ini guna menerapkan ide baru dalam meminimalisir mortalitas serta membatasi kejadian kasus. Kegiatan penanganan TB-HIV yang dilaksanakan ISFP diantaranya:
- Advokasi
- Penguatan tim
- Koordinasi Lintas Sektor
- Kolaborasi Interprofesional
- Monitoring
- Evaluasi
Model kepemimpinan ISFP yang humanistik menciptakan suatu forum yang positif dengan menghargai setiap masukan anggota tim. Hasil evaluasi digunakan guna memperkuat strategi program dalam meningkatkan kualitas layanan kedepannya.
Tantangan yang mungkin terjadi dalam penanganan TB-HIV
- Penangan masalah disiplin anggota tim
- Kesenjangan persepsi antarprogram
Peluang yang mungkin terjadi dalam penanganan TB-HIV
- Membangun suasana kerja suportif
- Memperkuat kerja sama lintas program
Upaya antisipatif yang dilakukan pada program penanganan TB-HIV
- Menetapkan Standar Operasional Prosedur
- Advokasi Penerapan Kebijakan dan Inovasi Evidence Based
Supaya kebijakan dan inovasi dapat diterima serta diterapkan, diperlukan suatu dasar konkrit untuk menyokong kepentingan penerapannya. Pendekatan advokasi secara Evidence Based dapat mendorong terjadinya suatu perubahan kebijakan dan penerapan inovasi yang solutif.
Aplikasi model kepemimpinan untuk fasilitas kesehatan tingkat lanjut untuk peningkatan mutu (keselamatan pasien dan petugas kesehatan)
Model kepemimpinan yang saya pilih sebagai seorang ISFP untuk peningkatan mutu dalam keselamatan pasien dan petugas kesehatan adalah model kepemimpinan humanistik. Dengan model kepemimpinan ini, upaya peningkatan mutu tidak hanya sekedar pemenuhan standar prosedur melainkan juga kerja sama tim yang berpusat pada keselamatan pasien dan perlindungan bagi petugas kesehatan. Model kepemimpinan ini juga efektif dalam menerapkan kebijakan dan inovasi baru yang sangat diperlukan dalam identifikasi pasien. Identifikasi pasien dapat dilakukan dengan pembinaan dan edukasi terlebih dahulu kepada seluruh tenaga kesehatan terkait pentingnya prosedur identifkasi pasien yang benar. Selain itu, dibutuhkan komunikasi yang jelas dengan pasien untuk memastikan data yang dicatat sesuai dengan identitas dan kondisi pasien sebenarnya. Melalui kepemimpinan humanistik, pemimpin berupaya menciptakan budaya keselamatan pasien yang tidak berpusat hanya pada instruksi melainkan juga tumbuh dari kesadaran sendiri dan rasa tanggung jawab bersama. Sehingga, prosedur identifikasi pasien tidak hanya menjadi kewajiban seorang tenaga kesehatan saja, tetapi dipahami sebagai bagian penting untuk mencegah terjadinya kesalahan medis dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
Tantangan yang mungkin terjadi pada peningkatan mutu
- Kesadaran Prosedur Masih Kurang dan Terbatas
- Keterbatasan Sarana dan Prasarana
Peluang yang mungkin terjadi pada peningkatan mutu
- Terjalinnya Kolaborasi Lintas Profesi
- Keselamatan Pasien Sebagai Nilai Bersama
Upaya antisipatif yang dilakukan dalam peningkatan mutu
- Pelatihan Serta Diadakan Refleksi Rutin
- Pembagian Struktur Tanggung Jawab dan Peran yang Jelas
Hal ini merupakan salah satu langkah antisipatif yang dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk memastikan bahwa setiap prosedur keselamatan pasien dapat terlaksana dengan konsisten. Dengan adanya pembagian peran yang jelas, setiap anggota tim sudah harus mengetahui tanggung jawabnya, sehingga sudah seharusnya keselamatan pasein menjadi tanggung jawab bersama juga tidak hanya salah satu individu.
Kesimpulan
Pemimpin ISFP dengan model kepemimpinan humanistik memiliki kelebihan dan kekurangannya. Penerapan kepemimpinan humanistik memiliki peranan penting dalam peningkatan mutu di fasilitas kesehatan, karena model kepemimpinan ini juga menekankan pentingnya menciptakan suasana kerja yang harmonis dan saling menghargai. Dalam praktiknya, pemimpin harus memberikan teladan yang hadir secara langsung dan mendengar masukan dari anggota tim serta memfasilitasi komunikasi lintas profesi sehingga proses pelayanan dapat berjalan dengan lancar dan efektif. Dalam penerapannya terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi, namun tantangan tersebut dapat diantisapasi dengan dilakukan langkah-langkah strategis seperti pembagian peran dan tanggung jawab yang jelas antar tim. Model kepemimpinan ini menjadikan mutu pelayanan tidak sekedar hanya tanggung jawab salah satu petugas kesehatan saja melainkan wujud nyata tanggung jawab dan kepedulian bersama dalam meningkatan keselamatan pasien.
Lampiran
Daftar Pustaka
1. ISFP Kepribadian "Petualang". Available from: https://www.16personalities.com/id/kepribadian-isfp
2. Ahmada, Futiha. Strategi Belajar Berdasarkan Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) pada Santriwati Berprestasi di Pondok Pesantren Imam Bukhari. Jurnal Kependidikan. 2025;14(1)
3. Gofar, Nuni. Profil Karakter Mahasiswa Baru Universitas Sriwijaya Angkatan 2019 Berdasarkan Jalur Masuk Perguruan Tinggi. Proceeding Indonesia Career Center Network Summit IV. 2019
4. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Pengelolaan TB-HIV. Jakarta: Kemenkes; 2022

Komentar
Posting Komentar