Peran Kepemimpinan Autentik ISFP dalam Optimalisasi Pelayanan Kesehatan
Nama : Aldeline
NIM : 22.P1.0051
A. Deskripsi karakteristik personal
Individu dengan preferensi kepribadian ISFP, yang dicirikan oleh Introversion (I), Sensing (S), Feeling (F), dan Perceiving (P), memiliki sifat-sifat kunci yang berperan signifikan dalam menjalankan fungsi kepemimpinan dan manajerial pada fasilitas kesehatan. Kualitas Feeling (F) yang dominan pada ISFP menunjukan diri dalam kepemimpinan transformasional yang berpusat pada nilai (value-driven leadership). ISFP cenderung menginternalisasi kode etik profesional dan memprioritaskan kesejahteraan holistik staf serta outcome pasien yang optimal, mendasari keputusan strategis bukan hanya pada efisiensi prosedural, tetapi juga pada implikasi humanistik1.
Aspek Perceiving (P) pada ISFP mengedepankan adaptabilitas tinggi dan fleksibilitas responsif terhadap dinamika lingkungan klinis yang fluktuasi. Dalam tatanan pelayanan kesehatan, yang dihadapkan pada perubahan protokol, pandemi, atau kebutuhan populasi yang berkembang, kemampuan pemimpin ISFP untuk berinovasi secara pragmatis dan menyesuaikan strategi tanpa adherensi rigid terhadap birokrasi, menjadi sangat krusial. Pendekatan yang fleksibel ini selaras dengan kebutuhan agile leadership dalam sistem kesehatan kontemporer2.
Sensing (S) pada ISFP menunjukan kemampuan untuk memperhatikan hal-hal kecil dan berfokus pada fakta yang nyata. Dalam konteks kepemimpinan klinis, ini berarti memiliki kapasitas untuk mengidentifikasi penyimpangan atau ketidaksesuaian operasional, bottleneck alur kerja, atau kebutuhan spesifik pasien secara presisi. Pendekatan berbasis bukti dan perhatian terhadap detail ini esensial untuk manajemen risiko dan peningkatan kualitas berkelanjutan3.
Meskipun memiliki preferensi Introversion (I), yang berarti mereka meregenerasi energi melalui refleksi internal, pemimpin ISFP tidak pasif. Mereka cenderung memimpin dengan teladan dan mendengarkan secara aktif. Memfasilitasi lingkungan kolaboratif yang mendorong partisipasi staf dan komunikasi transparan. Kapabilitas untuk melakukan analisis mendalam sebelum pengambilan keputusan dapat menghasilkan solusi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Gaya kepemimpinan yang berfokus pada hubungan dan empati ini semakin diakui urgensinya dalam konteks kepemimpinan kesehatan modern4.
B. Model kepemimpinan yang relevan
kepemimpinan autentik adalah tentang kejujuran dan konsistensi antara siapa seorang pemimpin di dalam dan bagaimana mereka bertindak di luar. Ini sangat beresonansi dengan ISFP karena mereka adalah individu yang sangat menghargai keaslian dan integritas pribadi5. "Feeling" (F) yang dominan pada ISFP membuat mereka memiliki moral yang kokoh di dirinya untuk memimpin berdasarkan nilai-nilai dan keyakinan yang mendalam, bukan hanya demi keuntungan atau popularitas. Mereka cenderung tidak akan mengkompromikan prinsip-prinsip mereka demi tujuan eksternal, menjadikan mereka pemimpin yang berprinsip dan dapat dipercaya6.
Sifat "Introverted" (I) ISFP mendorong refleksi diri yang mendalam, suatu komponen kunci dari kepemimpinan autentik yaitu kesadaran diri. Mereka secara alami meluangkan waktu untuk memahami emosi, nilai, dan motivasi mereka sendiri, yang memungkinkan mereka untuk tampil sebagai pemimpin yang transparan dan konsisten5. Mereka tidak mengenakan "topeng" kepemimpinan, melainkan menunjukkan diri mereka yang sebenarnya kepada tim. Ini juga memfasilitasi transparansi relasional, di mana ISFP membangun hubungan yang tulus dan jujur dengan pengikut mereka, karena mereka memimpin dengan keterbukaan dan berbagi siapa diri mereka sesungguhnya5,7.
Fungsi "Sensing" (S) ISFP memastikan bahwa keasliam mereka juga berakar pada realitas praktis dan detail konkret. Ketika seorang ISFP mereka tidak hanya membicarakan nilai-nilai secara teori, tetapi lebih menekankan pada bagaimana nilai-nilai tersebut diwujudkan dalam tindakan dan hasil nyata di lapangan.menjadi pemimpin autentik, mereka tidak hanya berbicara tentang nilai-nilai abstrak. Nilai-nilai secara teori, mereka berfokus pada bagaimana nilai-nilai tersebut diterjemahkan ke dalam tindakan dan hasil nyata di lapangan. Ini membantu mereka dalam pemrosesan seimbang informasi, mempertimbangkan semua aspek praktis sebelum mengambil keputusan yang sesuai dengan nilai mereka. Disisi lain, sifat "Perceiving" (P) memberikan kemampuan bagi yang memungkinkan fleksibilitas adaptif dalam menjalankan kepemimpinan autentik. Mereka mampu menyesuaikan pendekatan mereka terhadap situasi yang berubah tanpa harus mengorbankan integritas atau nilai-nilai inti mereka5,6.
C. Implementasi Model Kepemimpinan Autentik oleh ISFP dalam Manajemen Lintas Program TB-HIV di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)
Di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti Puskesmas, pendekatan ini sangat penting untuk kegiatan lintas program penanganan TB-HIV. Seorang pemimpin ISFP akan mengutamakan kejujuran dan integritas yang kuat, sebagai fondasi utama untuk membangun kepercayaan di antara semua pihak yang terlibat dalam program yang kompleks ini. Dalam ranah advokasi, mereka tidak hanya menyampaikan informasi, melainkan melakukannya dengan hati yang tulus dan keyakinan mendalam, mendorong masyarakat, tokoh penting, dan pemerintah daerah untuk mendukung program melalui komunikasi yang autentik dan didasari kepedulian nyata. Untuk penguatan tim, pemimpin ISFP akan menciptakan lingkungan yang inklusif dan suportif, di mana mereka secara pribadi mengenal dan mendengarkan setiap anggota tim dari berbagai program, membantu memecahkan masalah dengan empati, serta meningkatkan semangat kolaborasi dan pertumbuhan bersama. Koordinasi lintas sektor akan dijalankan dengan keterbukaan dan kejujuran, membangun kemitraan yang kuat berdasarkan rasa saling percaya alih-alih perintah semata. Dalam kolaborasi interprofesional, ISFP akan memastikan setiap suara didengar dan perspektif dipertimbangkan, memfasilitasi diskusi yang berfokus pada penanganan pasien TB-HIV secara holistik dengan mempertimbangkan berbagai aspek kehidupan mereka, sehingga menghasilkan rencana yang personal dan efektif. Terakhir, pada aspek monitoring dan evaluasi, pemimpin ISFP akan memastikan prosesnya praktis, relevan, dan berintegritas, menggunakan perhatian mereka terhadap detail untuk mengidentifikasi hambatan nyata di lapangan dan secara jujur mencari solusi adaptif tanpa menyalahkan, menunjukkan komitmen sejati pada perbaikan program8.
D. Implementasi Model Kepemimpinan Autentik oleh ISFP dalam Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien-Petugas di Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut (FKTL)
Aplikasi model kepemimpinan autentik yang diwujudkan oleh seorang pemimpin dengan karakteristik ISFP di Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut (FKTL) sangat esensial untuk memajukan mutu pelayanan, khususnya dalam aspek keselamatan pasien dan petugas. Pemimpin ISFP akan secara fundamental berfokus pada penanaman budaya keselamatan yang didasari oleh integritas dan nilai-nilai kemanusiaan yang kuat, melebihi sekadar kepatuhan standar, menjadikannya komitmen moral yang dihayati organisasi. Sebagai contoh, dalam sasaran Peningkatan Komunikasi Efektif, pemimpin ISFP akan memanfaatkan transparansi relasional dan empati mereka untuk tidak hanya mengimplementasikan prosedur komunikasi standar, tetapi juga menciptakan lingkungan di mana komunikasi jujur dan terbuka menjadi budaya. Mereka akan mendorong staf untuk berani melaporkan insiden atau kekhawatiran tanpa takut dihakimi, menjadi pendengar aktif yang menghargai setiap masukan sebagai upaya kolektif untuk perbaikan, serta mencontohkan komunikasi yang jelas dan terbuka demi keselamatan pasien, misalnya saat handover atau dalam diskusi interprofesional terkait medication error. Meskipun ada tantangan seperti budaya diam yang menghambat pelaporan, beban kerja berlebihan, sekat antar departemen, kompleksitas kasus pasien, dan sistem informasi yang kurang terintegrasi, terdapat peluang besar untuk membangun kepercayaan staf, meningkatkan kualitas pelaporan insiden, memperkuat kolaborasi interprofesional, mendorong pembelajaran organisasi, serta meningkatkan moral dan kesejahteraan staf. Untuk mengantisipasi tantangan ini, upaya yang dapat dilakukan meliputi penciptaan sistem pelaporan insiden non-punitif, pelatihan komunikasi berbasis simulasi, penerapan safety huddle harian, pengembangan jalur komunikasi antar departemen yang jelas, implementasi teknologi pendukung komunikasi yang terintegrasi, serta pemberian pengakuan dan penghargaan bagi budaya pelaporan yang proaktif9.
E. Kesimpulan
Kepemimpinan autentik, yang selaras dengan karakteristik ISFP, adalah pendekatan efektif dan humanis di fasilitas kesehatan. ISFP memimpin dengan integritas, nilai-nilai, empati, dan adaptabilitas, membangun kepercayaan dan transparansi. Di FKTP, mereka kunci dalam penanganan TB-HIV lintas program melalui advokasi tulus, penguatan tim yang inklusif, koordinasi jujur, kolaborasi holistik, dan evaluasi praktis, mengatasi stigma dan keterbatasan sumber daya. Di FKTL, kepemimpinan autentik ISFP mendorong budaya keselamatan, seperti dalam Peningkatan Komunikasi Efektif, dengan menciptakan lingkungan terbuka dan jujur untuk pelaporan insiden, terlepas dari tantangan beban kerja atau budaya diam. Secara keseluruhan, ISFP mewujudkan kepemimpinan yang menginspirasi perubahan positif melalui keaslian dan komitmen tulus pada mutu dan kesejahteraan pasien serta petugas.
F. Pernyataan orisinalitas karya tulis
Saya menyatakan bahwa seluruh konten dan sumber referensi yang digunakan dalam pengerjaan tugas atau naskah tersebut merupakan hasil karya sendiri dan menggunakan sumber informasi yang valid dan reliabel. Jika ditemukan adanya kecurangan, penggunaan bantuan teknologi dan tindakan plagiasi terhadap pekerjaan orang lain maka saya bersedia mengulang dan pengurangan nilai perilaku.
G. Daftar pustaka
Myers IB, Myers PB. Gifts Differing: Understanding Personality Type. Mountain View, CA: CPP, Inc.; 1995.
Keirsey D. Please Understand Me II: Temperament, Character, Intelligence. Prometheus Nemesis Book Company; 1998.
Jung CG. Psychological Types. Princeton University Press; 1971.
Pearman RR, Albritton SC. I'm Not Crazy, I'm Just Not You: The Real Reasons You Don't Understand Your Boss, Your Coworkers, Your Spouse, Your Kids, and Yourself. Nicholas Brealey Publishing; 1997.
Boitshwarelo B. The Relevance of Myers-Briggs Type Indicator in Leadership. Journal of Management Research. 2017;9(1):1-14. DOI: 10.5430/jmr.v9n1p1.
ClickUp. ISFP Leadership: Maximizing Your Impact in Project Management. Diakses pada 4 Juli 2025.
Dutra, N. H., Mariz, S. R., & Sousa, C. P. (2023). Authentic leadership in healthcare organizations: A systematic review. Journal of Hospital Management and Health Policy, 7. DOI: 10.21037/jhmhp-22-132.
World Health Organization. (2023). Consolidated guidelines on HIV prevention, testing, treatment, service delivery and monitoring: Module 1: managing HIV programmes: A guide for programme managers.
IHF. (2022). Hospital communication challenges and impact on patient experience. Diakses dari https://ihf-fih.org/news-insights/hospital-communication-challenges-and-impact-on-patient-experience-yel-2022/
Komentar
Posting Komentar