Pemimpin Tanpa Basa-Basi: ESTP-T dan Gaya No-Drama Leadership

 Nama : DORCAS ETREDA NANLOHY

NIM : 22.P1.0039

JUDUL         : TUGAS KEPEMIMPINAN

Pernyataan orisinalitas karya tulis
Saya menyatakan bahwa seluruh konten dan sumber referensi yang digunakan dalam pengerjaan tugas atau naskah tersebut merupakan hasil karya sendiri dan menggunakan sumber informasi yang valid dan reliabel. Jika ditemukan adanya kecurangan, penggunaan bantuan teknologi dan tindakan plagiasi terhadap pekerjaan orang lain maka saya bersedia mengulang dan pengurangan nilai perilaku.


Pemimpin Tanpa Basa-Basi: ESTP-T dan Gaya No-Drama Leadership

  1. Latar Belakang

Kepemimpinan di fasilitas kesehatan modern membutuhkan lebih dari sekedar memimpin; mereka juga harus dapat beradaptasi dengan cepat, membuat keputusan yang tepat, dan mengelola sumber daya secara efektif. Sebagai seorang pengusaha ESTP-T, saya percaya bahwa kepemimpinan yang efektif di fasilitas kesehatan harus memiliki kemampuan untuk menangani masalah nyata secara langsung dan praktis. Fasilitas kesehatan terus berkembang dengan tuntutan yang semakin kompleks, seperti jumlah pasien yang meningkat, layanan berkualitas tinggi, dan manajemen tim yang solid di tengah tekanan yang tinggi. Dalam situasi seperti ini, pemimpin harus memiliki visi dan tindakan yang nyata, inovatif, dan sigap dalam mengambil keputusan di lapangan. Banyak hal telah diajarkan oleh pandemi global, terutama bahwa para pemimpin di bidang kesehatan harus cepat beradaptasi, menemukan solusi inovatif, dan siap menghadapi ketidakpastian. Saya percaya bahwa perspektif pengusaha saya yang berani mengambil risiko, fokus pada hasil, dan mampu bekerja di bawah tekanan sangat penting untuk menjalankan posisi kepemimpinan di fasilitas kesehatan modern. Oleh karena itu, memahami dan mengembangkan kepemimpinan yang sesuai dengan tantangan dan perubahan di fasilitas kesehatan sekarang bukan hanya penting, tetapi juga mutlak diperlukan agar pelayanan tetap optimal dan organisasi dapat bertahan di tengah perubahan1,2.



Gambar 1.1 MBTI


  1. Model kepemimpinan yang relevan

Model kepemimpinan situasional, transformasional, partisipatif, dan transaksional adalah yang paling relevan untuk fasilitas kesehatan modern. Kepemimpinan situasional sangat penting karena memungkinkan pemimpin beradaptasi cepat dengan situasi, dan cocok dengan gaya ESTP yang tanggap dan fleksibel. Sementara itu, kepemimpinan transformasional memotivasi tim dengan visi dan inovasi, yang membantu meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan. Kepemimpinan partisipatif juga efektif karena melibatkan berbagai profesi dalam pengambilan keputusan, menciptakan kerja sama yang solid yang mudah dilakukan. Kombinasi keempat model ini memungkinkan pemimpin fasilitas kesehatan untuk bertindak cepat, tegas, dan pragmatis untuk menyelesaikan masalah yang sedang mereka hadapi3,4.

Gambar 1.2 Kepemimpinan

  1. Aplikasi model kepemimpinan untuk fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk kegiatan

Karena kondisi layanan yang dinamis dan kebutuhan pasien yang beragam di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas atau klinik, penerapan model kepemimpinan situasional sangat penting. Pemimpin harus cepat menyesuaikan diri dengan gaya kepemimpinan mereka, mulai dari memberi arahan langsung saat menghadapi masalah darurat hingga memberi tenaga kesehatan waktu untuk berinisiatif saat keadaan menjadi lebih stabil. Selain itu, kepemimpinan partisipatif bekerja dengan baik ketika administrasi, komunitas, dan tim medis terlibat dalam pengambilan keputusan, sehingga solusi yang dihasilkan lebih nyata dan dapat digunakan segera. Kepemimpinan transaksional dan sistem pengawasan yang jelas diperlukan untuk menjaga kualitas pelayanan dan disiplin kerja. Dengan kombinasi model ini, pemimpin dapat memastikan pelayanan kesehatan tingkat pertama berjalan dengan optimal dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat dengan cepat5.

  1. Aplikasi model kepemimpinan untuk fasilitas kesehatan tingkat lanjut untuk

Rumah sakit dan fasilitas kesehatan tingkat lanjut lainnya memerlukan penerapan model kepemimpinan transformasional untuk mendorong inovasi, peningkatan layanan, dan pengembangan sumber daya manusia yang kompleks. Pemimpin harus dapat menginspirasi tim multidisiplin untuk bekerja sama dalam menghadapi masalah administrasi dan medis yang semakin kompleks. Untuk pemimpin yang ingin cepat beradaptasi dengan situasi yang berubah, kepemimpinan situasional diperlukan, terutama saat menghadapi krisis seperti pandemi atau lonjakan pasien. Selain itu, kepemimpinan partisipatif membantu berbagai pihak, mulai dari dokter, perawat, hingga staf administrasi, berpartisipasi dalam pengambilan keputusan strategis, yang menghasilkan keputusan yang lebih efektif dan tindakan.Untuk menjaga standar operasional dan disiplin kerja, kepemimpinan transaksional juga diterapkan dengan sistem evaluasi kinerja yang jelas dan reward bagi staf yang berprestasi. Kombinasi model kepemimpinan ini membuat pengelolaan fasilitas kesehatan tingkat lanjut berjalan efektif, responsif, dan berorientasi hasil6.

  1. Kesimpulan

Saat ini, keberhasilan pelayanan kesehatan dan pengelolaan organisasi sangat bergantung pada kepemimpinan di fasilitas kesehatan. Pemimpin harus fleksibel, responsif, dan berorientasi pada hasil dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks dan cepat berubah. Ini adalah ciri-ciri yang sangat cocok dengan tipe kepribadian pengusaha (ESTP-T). Dengan menggunakan model kepemimpinan situasional, pemimpin dapat menyesuaikan strategi dan gaya mereka dengan situasi di lapangan, baik dalam situasi darurat maupun saat rutinitas berjalan lancar. Kepemimpinan transformasional juga penting untuk mendorong tim untuk melakukan inovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Kepemimpinan partisipatif di fasilitas kesehatan tingkat pertama dan tingkat lanjut membantu tenaga kesehatan dan staf bekerja sama untuk membuat keputusan yang lebih efektif dan dapat diterima oleh seluruh tim. Di sisi lain, kepemimpinan transaksional membantu menjaga aturan, standar kerja, dan evaluasi kinerja yang sistematis, sehingga fasilitas kesehatan dapat beroperasi dengan efisien dan profesional. Pemimpin fasilitas kesehatan dapat menggabungkan model kepemimpinan ini untuk menciptakan lingkungan kerja yang produktif, adaptif, dan mampu menghadapi tekanan dan masalah. Untuk memastikan bahwa fasilitas kesehatan dapat beradaptasi dan berkembang seiring perkembangan zaman, pengembangan kemampuan kepemimpinan harus menjadi fokus utama dalam manajemen fasilitas kesehatan. Kepemimpinan yang kuat dan tepat sasaran tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien, tetapi juga meningkatkan keberlangsungan organisasi dalam jangka panjang.



Referensi : 

  1. Squires V. Northouse, PG (2018). Leadership: Theory and practice . Thousand Oaks, CA: Sage. Pages: 494. Canadian Journal of Educational Administration and Policy.

  2. Sfantou DF, Laliotis A, Patelarou AE, Sifaki-Pistolla D, Matalliotakis M, Patelarou E(2017). Importance of leadership style towards quality of care measures in healthcare settings: a systematic review. InHealthcare.

  3. Tiana T, Nurlisa T, Shabrina AD, Ramadhan AR(2024). Studi Literatur: Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan di Puskesmas. Jurnal Kolaboratif Sains.

  4. Suprapto (2024). Kepemimpinan dan Berfikir Sistem dalam Kesehatan Masyarakat.

  5. Lona et al. (2023). Strategi Kepemimpinan Situasional dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan. Jurnal Kolaboratif Sains, Vol.7 No.12.

  6. Mistriana W. PENGARUH PELATIHAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP KARAKTERISTIK INTERPERSONAL SUPERVISOR DALAM PELAKSANAAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI RSUD PROF. Dr. MA HANAFIAH, SM BATUSANGKAR (Doctoral dissertation, Universitas Andalas).




Lampiran 


Lampiran 1.Hasil MBTI


Komentar

Postingan populer dari blog ini

WARTA TALENTA PRO PATRIA ET HUMANITATE DI TANAH MINAHASA

INTP-T Sebagai Pemimpin

Logic Champion as a Leader