Mengenal ENFP "Sang Juru Kampanye" sebagai Pemimpin di Dunia Kesehatan

Mengenal ENFP "Sang Juru Kampanye" sebagai Pemimpin di Dunia Kesehatan

Nama    : Wilson Arvian Winata
NIM      : 22.P1.0020

Memang bisa yaa, seorang ENFP memimpin?

A. Konteks dan Latar Belakang Personal

ENFP (ekstraverted, intuitive, feeling, dan perceiving) merupakan salah satu dari 16 tipe kepribadian berdasarkan Myers-Briggs Type Indicator (MBTI). ENFP juga dikenal sebagai "The Enthusiast" atau "The Campaigner" dan "Sang Juru Kampanye". Ciri khas dari kepribadian ENFP seperti penuh semangat, kreatif, karismatik, dan senang berinteraksi dengan orang lain. Mereka juga senang berada di tengah acara dan merupakan sosok yang felksibel dan mampu berimprovisasi, dan cenderung berpikir secara idealis.Apa saja sih, karakteristik ENFP yang membuat mereka hebat dalam memimpin? Pertama, mereka merupakan kepribadian yang komunikatif dan berjiwa pemimpin. Komunikasi verbal yang mereka miliki sangat baik dan membuat jiwa kepemimpinan mereka tinggi. ENFP dapat memotivasi, menginspirasi, dan membawa dampak positif bagi orang-orang di dekatnya. Mereka juga sangat mudah dalam memahami perspektif dan perasaan orang lain. Selain itu, mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan terbuka terhadap ide-ide baru. Mereka memiliki sikap yang hangat sehingga mudah dalam menjalin pertemanan.2

B. Model Kepemimpinan Yang Relevan

Melihat karateristik seorang ENFP, kira-kira apa sih model kepemimpinan yang cocok dengan mereka? Tentu tidak ada model kepemimpinan yang cocok sepenuhnya, namun ada model kepemimpinan yang memiliki karakteristik yang cocok dengan kepribadian ENFP. Model kepemimpinan yang dimaksud adalah transformational leadership. Model kepemimpinan ini mendorong perubahan menuju arah yang lebih baik dengan visi nya menginspirasi. Mereka juga dapat mengembangkan potensi diri dalam tim dan menyampaikan ide-ide spektakuler serta memberikan makna lebih jauh pada pekerjaan mereka. Selain itu, mereka juga menjadi teladan dan pemimpin yang berkarisma sehingga baik dalam membangun hubungan emosional dan memotivasi tim. Sebagai kepribadian yang penuh energi dan komunikatif, mereka juga pintar dalam persuasi dan menjaga semangat dalam tim. Terakhir, mereka juga sangat fleksibel sehingga mampu beradaptasi dengan perubahan dan memberikan inspirasi pada tim. 

C. Aplikasi Model Kepemimpinan untuk Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama untuk Kegiatan Lintas Program Penanganan TB-HIV

Kasus kesehatan TB-HIV merupakan salah satu kasus yang cukup memakan waktu dalam penanganan. Butuh tenaga dan dedikasi yang baik dalam menangani kasus TIB-HIV. Lantas bagaimana seorang ENFP dapat mencanangkan program untuk penanganan TB-HIV untuk fasilitas kesehatan tingkat pertama?


a. Untuk mewujudkan visi ini, seorang pemimpin transformasional dapat lebih dahulu membangun koneksi. Koneksi penting agar advokasi dapat dilakukan. Hal ini tentu dapat dilakukan dengan kepribadian seorang ENFP yang mudah bergaul. Tentu saja koneksi yang diinginkan harus berhubungan dengan keperluan, seperti Dinas Kesehatan, LSM, atau tokoh masyarakat lainnya. Selain itu, mereka juga perlu mencari dukungan dari pihak atasan untuk mendukung kebijakan integrasi program. ENFP cukup baik dalam hal ini karena mereka dapat melihat seseorang bukan dari siapa mereka, namun dari apa yang dapat mereka capai sebagai sebuat tim.

b. Tim yang kuat juga sangat diperlukan untuk mendukung berjalannya program ini. Pelatihan lintas program dapat dilakukan untuk memberdayakan sumber daya manusia yang lebih siap dalam menghadapi kasus TB-HIV. Kolaborasi inter profesi juga sangat penting dalam penguatan tim. Perlu untuk mendorong kerja sama yang baik antara dokter, perawat, tenaga kesehatan lainnya, dan tenaga lintas profesi lainnya yang berhubungan. Hal ini tentu dapat dicapai dengan komunikasi yang baik dan visi, misi, dan tujuan yang jelas dari seorang pemimpin. ENFP merupakan seseorang yang natural dalam membuar visi.

c. Terakhir, dapat ditentukan indikator TB-HIV yang sederhana dan disepakati bersama untuk lebih menyamakan pandangan tim. Upaya yang dilakukan juga perlu untuk dimonitor dengan mengadakan evaluasi internal bulanan serta refleksi tim. Hal ini tentu perlu dikoordinasikan dengan baik oleh seorang pemimpin agar prosesnya dapat berjalan dengan mulus dan meminimalisir kemungkinan kesahalan yang dapat terjadi.6

d. Tantangan yang dihadapi tentu beragam. Minimnya pemahaman program dapat diatasi dengan pelatihan yang rutin. Terkadang, koordinasi lintas sektor juga sulit untuk tercapai, sehingga seorang ENFP dapat membangun forum koordinasi lintas sektor untuk meningkatkan komunikasi. Seperti yang disebutkan tadi, beban kerja petugas juga tinggi dalam penanganan TB-HIV. Pembagian tugas yang efisien dapat menjadi solusi seorang ENFP untuk menangani masalah ini.


D. Aplikasi model kepemimpinan untuk fasilitas Kesehatan Tingkat lanjut untuk peningkatan mutu (Keselamatan Pasien dan Petugas Kesehatan)

Tidak hanya pada fasilitas kesehatan tingkat pertama, namun, seorang ENFP juga dapat memimpin di fasilitas kesehatan tingkat lanjut lho! Seperti apa sih, seorang ENFP dalam meningkatkan mutu terutama pada keselamatan pasien dan petugas kesehatan? Dengan kepribadiannya yang empatik dan peduli pada sesame, mereka sangat cocok dalam menjaga keselamatan pasien dan kesejahteraan tenaga kesehatan. Kemampuan komunikasi mereka yang luar biasa dapat mendorong kolaborasi antarprofesi dan membangun semangat dalam tim. Fleksibilitas yang mereka miliki terhadap ide dan inspirasi baru juga dapat mendorong inovasi dalam mutu layanan dan keselamatan kerja. Seperti apa aplikasi nya? Berikut beberapa contoh gerakan yang dapat dilakukan seorang ENFP dalam peningkatan mutu dan keselamatan pasien serta petugas kesehatan. 

a. ENFP dengan kepedulian mereka dapat menginspirasi tim untuk selalu melakukan identifikasi pasien secara tepat melalui insiden nyata yang terjadi pada pasien. Kemampuan mereka dalam menyampaikan pesan dapat menyentuh perasaan dan moral dari tenaga kesehatan untuk senantiasa menjaga keselamatan pasien dengan mengidentifikasi pasien. Bersama-sama, mereka dapat menetapkan visi bahwa rumah sakit menjadi tempat yang aman bagi seluruh pasien dan staf. Tantangan dalam kasus ini berupa ketergesa-gesaan saat pelayanan sehingga prosedur ini sering terlewatkan. Hal ini dapat diantisipasi dengan briefing rutin dan membuat edukasi dalam bentuk visual yang menarik agar petugas senantiasa teringat.

b. Kepandaian ENFP dalam berkomunikasi dapat membawa manfaat untuk mereka dalam berkomunikasi inter profesi. Mereka dapat menjadi contoh bagi rekan-rekan mereka dalam berkomunikasi sehari-hari. Tak bosan-bosan seorang ENFP dalam menjadi jembatan antar profesi untuk meningkatkan kerja sama tim yang lebih komunikatif dan solutif. Hal ini tentu menjadi poin penting dalam meingkatkan mutu. Mereka juga pandai dalam membangun hubungan kerja yang tidak memandang jabatan sebagai penghalang, namun menjadi sesuatu yang justru mendukung kerja sama tim
.Tantangannya bila komunikasi sesama masih kaku, seorang ENFP dapat mengantisipasinya dengan membentuk diskusi bersama agar mendorong sesama untuk lebih terbuka.

c. Keamanan obat merupakan salah satu faktor penting dalam keselamatan pasien. Seorang ENFP dapat menginisiasi kampanye kreatif mengenai prosedur pengecekan obat, terutama pada obat yang Look Alike Sound Alike. Poin ini penting untuk mencegah pemberian obat yang keliru pada pasien. Tantangannya obat yang LASA masih sering tertukar. Hal ini dapat diantisipasi dengan penataan ulang rak dengan sistem yang lebih visual dan mudah untuk dibedakan.

d. Selanjutnya, seorang ENFP dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana menjaga prosedur bedah yang benar. Contohnya dengan membiasakan briefing dan debriefing sebelum dan sesudah operasi. Prosedur ini penting dalam menyamakan persepsi tim operasi agar prosedur bedah dapat berjalan dengan lancar. Tantangannya berupa dokter senior yang masih sering tidak mengikuti brief dapat diantisipasi dengan edukasi berdasarkan kasus nyata dan pengalaman.

e. Salah satu hal yang penting untuk kesalamatan tenaga kesehatan adalah pencegahan infeksi pada pelayanan kesehatan (PPI). Dengan keramahan yang dimiliki seorang ENFP, mereka dapat dengan aktif mengajak rekan-rekan mereka dalam menerapkan hand hygiene yang menyenangkan serta memberikan contoh langsung terkait penggunaan APD yang benar. Selain itu, mereka juga dapat meningkatkan kesadaran sesame untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan kerja mereka. Tantangannya berupa kepatuhan cuci tangan yang masih rendah. Hal ini dapat diantisipasi dengan membuat sistem reward dan pengingat yang unik di setiap tempat yang memerlukan cuci tangan.

f. Beberapa pasien di rumah sakit cenderung memiliki risiko jatuh yang tinggi. Dengan kreativitasnya, seorang ENFP dapat membuat sistem identifikasi pasien dengan risiko jatuh yang mudah untuk diperhatikan. Mereka juga dapat mengedukasi serta mengajak keterlibatan keluarga dan pasien untuk ikut mencegah kejadian jatuh. Tantangannya adalah kurangnya keterlibatan keluarga pasien. Hal ini dapat diantisipasi dengan edukasi santai saat pasien didaftarkan dan dengan penjelasan dan pengingat visual di sekitar pasien.


E. Kesimpulan

Kepribadian ENFP dengan energi, empati, kreativitas, dan keterampilan komunikasinya yang baik membuatnya sebagai seorang pemimpin yang efefktif dan inspiratif. Dengan pendekatan kepemimpinan yang transformasional, mereka mampu membangkitkan motivasi tim, membangun hubungan yang kuat, dan menciptakan perubahan positif yang berdampak. Seorang ENFP mampu mengintegrasikan program lintas sektor untuk penanganan TB-HIV dengan membangun koneksi serta menyamakan pandangan dan visi tim. Mereka juga pandai dalam menerapkan kerjasama interprofesi. ENFP dapat memimpin peningkatan mutu layanan dan keselamatan pasien – petugas, dengan mengoptimalisasi komunikasi efektif serta menjadi teladan dalam menerapkan prinsip-prinsip keselamatan. Karakteristiknya yang fleksibel, inspiratif, dan penuh semangat, mereka dapat memimpin tim menuju perubahan yang tidak hanya berfokus pada hasil, namun juga dengan proses. 

Daftar Pustaka

1. Jankowski J. The Enthusiast: Your Guide to the ENFP Personality Type. LOGOS MEDIA; 2016. 56 hlm. 

2. Kepribadian ENFP (Juru Kampanye) [Internet]. 16Personalities. [dikutip 2 Juli 2025]. Tersedia pada: https://www.16personalities.com/id/kepribadian-enfp

3. Mengenal 5 Karakter Kepribadian ENFP, Sosok Ekstrovert Berjiwa Pemimpin [Internet]. Alodokter. 2020 [dikutip 2 Juli 2025]. Tersedia pada: https://www.alodokter.com/kepribadian-enfp-sosok-ekstrovert-dengan-jiwa-kemimpinan-tinggi

4. 6 Ciri-Ciri MBTI ENFP, Sosok Komunikatif yang Berjiwa Pemimpin [Internet]. kumparan. [dikutip 2 Juli 2025]. Tersedia pada: https://kumparan.com/info-psikologi/6-ciri-ciri-mbti-enfp-sosok-komunikatif-yang-berjiwa-pemimpin-23UTYYEhCgU

5. TB HIV - Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahannya [Internet]. TB HIV - Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahannya. [dikutip 3 Juli 2025]. Tersedia pada: https://www.siloamhospitals.com/en/informasi-siloam/artikel/apa-itu-tb-hiv

6. ENFP Leadership [Internet]. Personality Central. [dikutip 3 Juli 2025]. Tersedia pada: https://personality-central.com/personality_types/enfp-leadership/

7. (PDF) The Relationship Between Personality Type And Leadership Focus. ResearchGate [Internet]. [dikutip 3 Juli 2025]; Tersedia pada: https://www.researchgate.net/publication/47727827_The_Relationship_Between_Personality_Type_And_Leadership_Focus

Pernyataan orisinalitas karya tulis

Saya menyatakan bahwa seluruh konten dan sumber referensi yang digunakan dalam pengerjaan tugas atau naskah tersebut merupakan hasil karya sendiri dan menggunakan sumber informasi yang valid dan reliabel. Jika ditemukan adanya kecurangan, penggunaan bantuan teknologi dan tindakan plagiasi terhadap pekerjaan orang lain maka saya bersedia mengulang dan pengurangan nilai perilaku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WARTA TALENTA PRO PATRIA ET HUMANITATE DI TANAH MINAHASA

INTP-T Sebagai Pemimpin

Logic Champion as a Leader