ISFP dan kepemimpinan

 

ISFP dan kepemimpinan

Antonio James Putra Dua Ate (22.P1.0032)

Kepribadian ISFP merupakan salah satu dari keenam belas tipe kepribadian yang ada yang menyukai praktik medis umum, mereka juga unggul dalam keterampilan tangan. Mereka memiliki kecintaan pada alam dan simpati pada hewan. Mereka kurang pandai dalam berbicara dan pekerjaan tangan mereka umumnya lebih baik dari pada perkataan mereka. Orang ISFP cocok dengan pekerjaan yang membutuhkan kesetiaan dan kemampuan adaptasi yang sangat tinggi, seperti petugas medis yang berkunjung ke rumah, di mana situasinya tidak memiliki standard dan harus mengerti betul situasi yang dihadapinya. ISFP selalu merendahkan dirinya sendiri dan bisa dibilang tipe yang sederhana1.

ISFP memiliki gaya kepemimpinan yang lebih tenang dan introspektif, sering mengambil pendekatan yang lebih fleksibel dan mendengarkan kebutuhan orang lain sebelum bertindak. berdasarkan gaya kepemimpinannya ISFP memiliki gaya kepemimpinan yang demokratis. Gaya demokratis ini memiliki koordinasi yang kuat pada tiap-tiap bagiannya karena setiap bagian memiliki tugas masing-masing yang akan dipertanggungjawabkan pada bagian di atasnya. Para pemimpin dengan gaya kepemimpinan ini tidak menganggap dirinya paling benar dan mau mengakui kompetensi anggota di bidang keahliannya masing-masing. Beragamnya kemampuan anggota ini mampu dimaksimalkan oleh pemimpin untuk dapat menyelesaikan tugas sesuai dengan keahliannya masing-masing agar pekerjaan dapat berjalan dengan lebih efektif dan efisien2.

Aplikasi dari model kepemimpinan dari ISFP yang demokratis untuk fasilitas kesehatan tingkat pertama yaitu di Puskesmas X untuk kegiatan lintas program penanganan TB-HIV dapat diterapkan dengan melibatkan setiap anggota tim dalam proses pengambilan keputusan, mendorong adanya komunikasi terbuka, dan menciptakan suasana kerja yang partisipatif dimana setiap anggotanya dapat berpartisipasi. ISFP yang merupakan pemimpin berperan sebagai fasilitator yang mengajak petugas yang menangani TB-HIV, laboratorium, promosi kesehatan, serta para kader untuk bersama-sama merumuskan strategi advokasi, memperkuat tim pelayanan, serta merancang kerjasama dengan bidang lain. Evaluasi program perlu dilakukan secara transparan melalui diskusi rutin, pelaporan terbuka, dan evaluasi kinerja bersama. Tantangan yang mungkin muncul seperti kurangnya keterlibatan aktif atau rendahnya kepatuhan prosedur dapat diatasi melalui pemberian ruang aspirasi untuk menyampaikan pemdapat, serta peningkatan rasa memiliki terhadap program.

Aplikasi model kepemimpinan demokratis yang dimiliki ISFP untuk fasilitas kesehatan tingkat lanjut untuk peningkatan mutu (keselamatan pasien dan petugas kesehatan) dapat dilakukan dengan cara pembagian tanggung jawab dalam perawatan kesehatan dan keselamatan pasien serta tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat lanjut (FKTL) dapat menggunakan peta pimpinanan yang bersifat demokratis. Dapat dilakukan sosialisasi pencegahan dan pengendalian infeksi lebih efektif apabila semua anggota tim terlibat secara langsung dalam pengambilan keputusan, berjalan dalam komunikasi dua arah dan mereka diberi penghargaan terhadap masukan serta profesionalisme mereka. Para anggota tim dapat meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur PPI, cuci tangan, APD, dan disinfeksi alat secara terbuka melalui diskusi kelompok, pelatihan kolaboratif, dan pelaporan insiden. Beberapa tantangan yang mungkin muncul yaitu kurang pahamnya akan protocol dan hal ini dapat diatasi dengan sosialisasi secara rutin.

1. Yoga TK. Perancangan Buku Ilustrasi Panduan 16 Tipe Kepribadian Dan Bidang Pekerjaannya Untuk Murid SMA (Doctoral dissertation, Petra Christian University).

2. Muntatsiroh A, Hendriani S. Tipe-tipe kepemimpinan dan teori kepemimpinan dalam suatu organisasi. Jurnal Economic Edu. 2024;4(2):172-8.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WARTA TALENTA PRO PATRIA ET HUMANITATE DI TANAH MINAHASA

INTP-T Sebagai Pemimpin

Logic Champion as a Leader