Perempuan Bisa Jadi Pemimpin?
Ujian Blok 6.3 IKM 2024
Marita Sofia Temkon - 21P1.002
Apa itu Kepemimpinan?
Kepemimpinan adalah kemampuan atau proses untuk mempengaruhi
dan mengarahkan orang lain menuju tujuan yang diinginkan atau hasil yang
diharapkan. Ini melibatkan serangkaian keterampilan, sikap, dan perilaku yang
memungkinkan seseorang untuk efektif mengarahkan, mengelola, dan menginspirasi
individu atau kelompok dalam mencapai visi atau tujuan bersama.
Dalam istilah umum khususnya di manajemen, kepemimpinan itu sering
disebut dengan istilah Leader
Ada beberapa
definisi dari kepemimpinan antara lain:
1. Getting things done yaitu mencapai hasil melalui orang
lain
2.
Menggerakkan orang lain untuk mencapai hasil kerja
yang diinginkan
3.
Kepemimpinan itu adalah pengaruh, tidak lebih dan
tidak kurang
4. Kepemimpinan adalah satu kata yaitu Influence artinya mempengaruhi, memotivasi, mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi
ENFJ adalah salah satu dari tipe kepribadian dalam
tes MBTI (Myers-Briggs Type Indicator). Singkatan "ENFJ" mewakili:
- Extroverted (Ekstrovert): Cenderung lebih suka berinteraksi dengan orang lain, energi terpancar dari interaksi sosial.
- N (iNtuitive) (Intuitif): Lebih cenderung melihat pola, hubungan, dan
kemungkinan di antara informasi daripada fakta konkret.
- Feeling (Perasaan): Mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai dan
perasaan pribadi, peduli pada perasaan orang lain.
- Judging (Pengambil Keputusan): Lebih suka memiliki kehidupan yang terstruktur dan terorganisir, menyukai kejelasan dan ketetapan
Sebagai
mahasiswa yang memiliki kepribadia ENJF dalam kepemimpinan ini lebih memeprehatikan
empati dan keterlibatan, Motivasi dan Inspirasi, komunikasi,
Fleksibilitas dan Adaptabilitas, Integritas
dan Etika yang dimana memimpin dengan integritas tinggi, memastikan
bahwa setiap tindakan yang Anda ambil sejalan dengan nilai-nilai yang dianut
dan memberikan teladan yang baik bagi orang lain.
Model kepemimpinan ENFJ
yang relevan dengan karakteristik personal mahasiswa tidak hanya berfokus pada
pencapaian tujuan kelompok, tetapi juga pada pengembangan individu, membangun
hubungan yang bermakna, dan menciptakan lingkungan yang mendukung bagi pertumbuhan
kolektif.
Tipe kepemimpinan apa
yang cocok bagi ENFJ adalah sebagai berikut
·
Transformational Leadership
(Kepemimpinan Transformasional): ENFJ cenderung sangat cocok dengan
pendekatan ini karena mereka mampu menginspirasi dan memotivasi orang lain
untuk mencapai tujuan bersama. Mereka mampu menciptakan visi yang kuat dan
mempengaruhi orang lain untuk berkontribusi secara positif dalam mencapai visi
tersebut.
·
Servant Leadership (Kepemimpinan
Pelayanan): Karakteristik alami ENFJ yang peduli terhadap orang lain
dan memprioritaskan kebutuhan orang lain membuat mereka cocok dengan pendekatan
ini. Mereka cenderung mengutamakan pelayanan terhadap orang lain, membangun
hubungan yang kuat, dan mengembangkan potensi orang lain.
·
Democratic Leadership (Kepemimpinan
Demokratis): Karena ENFJ memiliki kemampuan yang baik dalam
berkomunikasi dan bekerja secara kolaboratif dengan orang lain, pendekatan
kepemimpinan demokratis dapat menjadi pilihan yang baik. Mereka mendengarkan
pandangan orang lain, menghargai kontribusi dari berbagai perspektif, dan
memfasilitasi proses pengambilan keputusan kelompok.
· Charismatic Leadership (Kepemimpinan Karismatik): ENFJ cenderung memiliki daya tarik dan pengaruh yang kuat terhadap orang lain. Mereka mampu menggunakan kepribadian mereka yang karismatik untuk mempengaruhi dan memotivasi orang lain, terutama dalam situasi atau organisasi yang membutuhkan inspirasi dan semangat.
Cara
Pengaplikasian dalam menangani kasus :
1.
Penanganan Kasus TB-HIV
Dalam penanganan kasus ini tipe
kepemimpinan adalah Democratic Leadership yang Dimana pemimpin membutuhkan keampuaan yang baik
dakam berkomunikasi dan kerja sama dalam menangani kasus ini. Juga
Servant Leadership dimana
untuk menjalankan proram dan pembuatan program yang sesuai dengan kasus yang
ada.
Advokasi : Dalam kasus ini tipe
kepribadian ENFJ menjelaskan bagaimana pentingnya hubungan, pengembangan potensi
invidual dan pemahaman kesejateraan dalam penanganan kasus TB-HIV.
·
Penguatan Tim : Hal paling penting dalam menangani
kasus ini penguatan tim adalah menginspirasi tim, membangun hubungan yang kuat
dan saling percaya, memperhatikan kesejahteraan mental dan emosional, menengahi konflik dengan adil, memastikan
inklusi dan keadilan dalam tim. Dengan menggabungkan kekuatan mereka dalam
kepemimpinan transformasional dan pelayanan, ENFJ dapat memainkan peran yang
krusial dalam memperkuat dan memimpin tim kesehatan menuju keberhasilan dan
kesejahteraan bersama.
·
Kolaborasi Interprofesional : dalam menangani kasus hal paling penting
adalah kolaborasi dalam berbagai bidang Kesehatan maupun Lembaga serat masyaratakat
untuk menghasilkan
·
Monitoring : Monitoring kesehatan sebagai
pemimpin tidak hanya berfokus pada produktivitas dan kinerja, tetapi juga pada
kualitas hidup dan kebahagiaan anggota tim. Hal ini dapat membantu menciptakan
lingkungan kerja yang sehat dan berkelanjutan, di mana anggota tim dapat tumbuh
dan berkontribusi secara optimal.
·
Evaluasi : Evaluasi kesehatan dalam kepemimpinan
bukan hanya tentang evaluasi yang bersifat medis atau fisik semata, tetapi juga
tentang mengidentifikasi dan memperbaiki area-area di mana pemimpin dapat
meningkatkan kesehatan dan kinerja mereka sendiri, serta mempengaruhi positif
anggota tim dan organisasi secara keseluruhan.
2. Tantangan yang akan dihadapi
Tantangan yang dihadapi bisa bermacam macam dimana konsistensi dalam kepemimpinan jangka waktu, Membangun kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan lingkungan dan dinamika organisasional yang kompleks merupakan tantangan penting dalam meta leadership. omunikasi yang koheren dan terintegrasi tentang visi, nilai, dan tujuan organisasi kepada seluruh anggota tim atau organisasi. Tantangan ini mencakup memastikan bahwa pesan kepemimpinan yang disampaikan sejalan dengan praktik dan perilaku yang ditunjukkan
Komitmen petugas di dalam melaksanakan
layanan TB-HIV, termasuk pencatatan dan pelaporan kegiatan TB-HIV di lapangan
berpengaruh dalam rendahnya cakupan kegiatan. Tingginya beban kerja petugas,
minimnya supervisi dari program menjadi kendala dalam pencatatan dan pelaporan.
• Belum semua ODHIV diberikan TPT karena belum semua petugas kesehatan dan
petugas penjangkau/pendamping ODHIV tersosialisasi mengenai TPT, masih adanya
keraguan klinisi mengenai efektivitas TPT, kekhawatiran akan banyaknya beban
obat, keterbatasan obat pencegahan TBC (PP INH) dan vitamin B6 dilaporkan oleh
sebagian layanan PDP, obat yang datang sudah dengan masa kadaluarsa (expired)
yang dekat, serta di beberapa tempat pasien diminta membeli sendiri obat TPT.
Selain itu, klinisi juga mempertimbangkan pemberian ulang TPT pada ODHIV 3-5
tahun setelah mendapat TPT. • Terbatasnya akses dan jumlah layanan yang
menyediakan tes cepat molekular (TCM) dan beberapa alat TCM yang tidak
beroperasional dengan baik. Proses
rujukan pemeriksaan TCM yang terkendala di lapangan serta hasil pemeriksaan TCM
lama.
Upaya yang dilakukan adalah Peninjauan program secara berkala sangat penting untuk terus meningkatkan pencapaian dan hasil program dan juga edukas dan pencegahan kepada masyarakat tentang penularan TB/HIV, deteksi dini dan diagnosis cepat dan tepat, memberi penjelasan dalam mengatasi stigma dan diskriminasi terkait TB/HIV. Dengan implementasi berbagai strategi ini secara komprehensif dan berkelanjutan, diharapkan dapat mengurangi beban penyakit TB dan HIV serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara luas.
DAFTAR
PUSTAKA
1. Prof Dr H
Veithzal Rivai, Pemimpin dan Kepemimpinan dalam Organisasi,
2. PENGEMBANGAN TES KEPRIBADIAN METODE MBTI
UNTUK MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS GUNADARMA 1Erni Karyati 1 Psikologi,
Universitas Gunadarma. April 2022
3. Tipe Kepribadian ENFJ: Ahli Logistik MBTI [Internet].
2024 [dikutip 29 Juni 2024]. https://www.16personalities.com/enfj-personality
4. Rencana Akasi
Nasional Kolaborasi TB-HIV
2020-2024 - Kementrian
Kesehatan Republik Indonesi
5.
Mengatasi
maslaah TBC di dindonesia - World Health Organization
6. Mulyono
H. KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP) BERBASIS KARAKTER DALAM PENINGKATAN KUALITAS
PENGELOLAAN PERGURUAN TINGGI. J Penelit Pendidik Sos Hum. 2018 May
19;3(1):290–7.

.jpg)
Komentar
Posting Komentar