INFP IN LEADERSHIP
Nama: Cornelia Nandita S
NIM: 21.P1.0003
Mediator (INFP) memiliki kehidupan batin yang penuh semangat meskipun terlihat pendiam atau tidak mencolok. Mereka sangat kreatif dan imajinatif, sering larut dalam lamunan dan menciptakan berbagai cerita serta percakapan dalam pikiran mereka. Dikenal akan kepekaan mereka, Mediator memiliki respons emosional yang mendalam terhadap musik, seni, alam, dan orang-orang di sekitarnya. Sebagai pribadi yang idealis dan penuh empati, Mediator mendambakan hubungan yang dalam dan emosional, serta merasa terdorong untuk membantu orang lain. Namun, karena tipe kepribadian ini jarang ditemukan, Mediator sering merasa kesepian atau tidak terlihat, berada di dunia yang tampaknya kurang menghargai sifat-sifat unik mereka.
Pemimpin yang mempunyai kepribadian INFP menyemangati masyarakat dan kelompok untuk bertindak. INFP memimpin berdasarkan nilai-nilai dan memperlakukan individu sebagai manusia, tidak peduli apakah itu karyawan atau atasan. Mereka didorong oleh tujuan dan senang membantu orang mencapainya dengan tetap memperhatikan cakrawala. INFP memiliki rasa ingin tahu, prihatin, dan mencari harmoni. Kepemimpinan INFP dalam penanganan kasus TB HIV di puskesmas dapat mengutamakan pendekatan yang empatik dan berfokus pada individu. Berikut adalah beberapa cara yang dapat diterapkan:
Pendekatan Empatik: INFP dikenal dengan kemampuan empati yang tinggi. Dalam penanganan TB HIV, orang dengan kepribadian INFP bisa melakukan pendekatan pasien dengan penuh pengertian dan empati, memastikan pasien merasa didengar dan dipahami. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan dan kenyamanan pasien.
Kreativitas dalam Edukasi: Menggunakan kreativitas untuk membuat materi edukasi yang menarik dan mudah dipahami. Ini bisa mencakup penggunaan cerita, gambar, dan video untuk menjelaskan pentingnya pengobatan dan pencegahan TB HIV.
Komunikasi Interpersonal: Fokus pada komunikasi interpersonal yang mendalam. INFP bisa mengadakan sesi konseling individu atau kelompok kecil untuk memberikan dukungan emosional dan informasi yang diperlukan pasien.
Kolaborasi Tim: Mendorong kerjasama tim yang erat dengan staf puskesmas lainnya. INFP dapat memimpin dengan menjadi pendengar yang baik, memberikan dukungan moral, dan memastikan semua anggota tim merasa dihargai.Pelaksanaan penanganan TB-HIV dengan model kepemimpinan INFP:
Advokasi: INFP dapat menggunakan kemampuan empatinya untuk memahami kebutuhan dan perspektif pasien, staf, dan komunitas. Dengan mendengarkan dengan seksama, mereka dapat menyuarakan isu-isu penting dan memastikan bahwa kepentingan semua pihak terwakili.
Penguatan tim: mendorong kerja sama dan kolaborasi antar anggota tim. INFP dapat memfasilitasi kegiatan team-building atau proyek bersama yang memerlukan kerjasama untuk meningkatkan keakraban dan kepercayaan antar anggota tim.
Koordinasi lintas sektor: komunikasi yang jujur dan terbuka antara semua pihak yang terlibat. INFP dapat memfasilitasi pertemuan rutin untuk berbagi informasi, perkembangan, dan tantangan yang dihadapi. Mereka bisa menjadi penghubung yang efektif, memastikan semua pihak merasa didengar dan dihargai.
Kolaborasi interprofesional: karena kepribadian INFP merupakan orang yang menyukai kreativitas dan kurang menyukai komunikasi ke banyak orang, maka kerjasama untuk kolaborasi penanganan TB dan HIV dapat dilakukan dengan memilih salah satu kandidat di setiap sektor untuk bertanggung jawab melakukan tugasnya masing masing dengan tetap berkomunikasi serta berkonsultasi dengan tim lainnya.
Monitoring: monitoring dapat dilakukan pendekatan kepada pasien untuk lebih rajin kontrol dengan misalnya pembuatan program yang menarik untuk pasien semangat kontrol setiap ada jadwal, contohnya dibuatnya buku check up yang berisi jadwal kontrol pasien, materi serta pengetahuan terkait TB dan HIV dengan begitu pasien mungkin lebih tertib untuk kontrol.
Evaluasi: proses evaluasi dapat dilakukan dengan mengapresiasi terhadap kerja keras tim dan dorongan untuk terus meningkatkan layanan. INFP dapat menggunakan motivasi intrinsik untuk menjaga semangat dan dedikasi tim dalam menangani TB dan HIV.
Dalam uraian sifat kepemimpinan INFP tadi yang bersifat penuh empati, kreativitas, dan penuh perasaan pastinya juga menimbulkan tantangan yang mungkin akan dihadapi oleh orang yang berkepribadian INFP
Kesulitan Menghadapi Konflik: INFP sering merasa tidak nyaman dalam situasi konflik atau konfrontasi, yang bisa menjadi masalah saat harus menangani ketidaksepakatan dalam tim atau dengan pihak eksternal. Dengan keterbatasan tersebut dapat ditangani dengan mempelajari teknik resolusi konflik dan mediasi untuk mengatasi masalah secara efektif tanpa mengorbankan suasana kerja yang positif. Melibatkan pihak ketiga jika diperlukan untuk mediasi.
Keterbatasan dalam Pengambilan Keputusan Cepat:INFP cenderung mempertimbangkan banyak perspektif sebelum membuat keputusan, yang bisa memperlambat proses pengambilan keputusan dalam situasi darurat. Hal tersebut dapat diminimalkan dengan mengembangkan rencana darurat yang jelas dan terstruktur untuk situasi krisis sehingga keputusan bisa diambil dengan cepat. Membentuk tim kecil yang bisa dipercaya untuk membantu dalam pengambilan keputusan cepat.
Kecenderungan Terlalu Idealis: NFP sering memiliki standar idealis yang tinggi yang bisa menyebabkan frustasi jika realita tidak sesuai dengan harapan. Strategi yang dapat dilakukan dengan menetapkan tujuan yang realistis dan dapat dicapai, serta merayakan pencapaian kecil untuk menjaga motivasi.
Dari 6 sasaran keselamatan pasien yaitu identifikasi pasien, komunikasi efektif, medication error, safety surgery, PPI, risiko jatuh menurut saya INFP memiliki kelebihan di bagian identifikasi pasien dengan alasan INFP memiliki prinsip idealis dimana semua hal harus dilakukan dengan sempurna dan baik, sedikit kesalahan akan membuat INFP akan mengulang kembali semua proses yang telah dilakukan. Maka dari itu dengan sifat idealis seperti itu perihal identifikasi pasien dapat menghasilkan hasil yang tepat dengan tingkat keakuratan yang tinggi.
Dari segala gaya serta tantangan yang akan dihadapi kepemimpinan yang memiliki kepribadian INFP ini, juga memiliki peluang seperti karena INFP merupakan orang yang memiliki empati tinggi dan sangat memperhatikan perasaan rekan kerja mereka, pemimpin ini dapat disenangi oleh para rekan serta teman kerjanya dan cenderung akan mengurangi adanya orang yang merasa kurang dihargai.



Komentar
Posting Komentar