KEPRIBADIAN KU ENFJ-T BISA GA YA JADI PEMIMPIN???


AZIZAH DIAN P
21.P1.0027

APASIH TIPE KEPRIBADIAN ITU?


    Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) adalah salah satu alat yang paling populer untuk memahami berbagai tipe kepribadian. MBTI dibagi berdasarkan empat dimensi utama yaitu: (1) 
1. Extraversion (E) vs. Introversion (I)
2. Sensing (S) vs. Intuition (N) 
3. Thinking (T) vs. Feeling (F)
4. Judging (J) vs. Perceiving (P) 
    MBTI mengklasifikasikan kepribadian menjadi 16 tipe yang unik. Setiap tipe kepribadian MBTI memiliki kekuatan dan tantangan unik yang berkontribusi pada cara seseorang berinteraksi dengan dunia. Memahami tipe kepribadian dapat menjadi alat yang sangat berguna dalam konteks kepemimpinan. Dengan memahami tipe kepribadian mereka sendiri dan orang lain, para pemimpin dapat lebih efektif dalam berinteraksi, memotivasi, dan memimpin tim mereka.

ENFJ-T bisa jadi pemimpin???


    Kalau ditanya bisa jadi pemimpin atau tidak, Jawabannya PASTI BISA karena ENFJ-T (Extraverted, Intuitive, Feeling, Judging - Turbulent)  terlahir sebagai pemimpin, sehingga kepribadian ini dapat ditemukan di antara banyak politisi, pelatih, dan guru terkenal. 
    ENFJ-T dikenal sebagai pemimpin yang karismatik, mampu menarik perhatian dan memotivasi orang lain dengan energi positif mereka. Mereka memiliki kemampuan untuk membuat setiap orang merasa penting dan dihargai sehingga tim mereka merasa terhubung dan termotivasi untuk bekerja menuju tujuan bersama. Karisma mereka bukan hanya soal pesona, tetapi juga kemampuan untuk membangkitkan semangat dan komitmen dalam tim.

    Tokoh dunia seperti mantan Presiden Amerika Barack Obama, sering disebut sebagai salah satu tokoh dengan kepribadian ENFJ-T. Beliau dikenal karena keterampilan komunikasinya yang luar biasa, kemampuan untuk menginspirasi orang banyak, serta empati dan perhatian yang besar terhadap orang lain.
    Tokoh dunia dengan tipe kepribadian ENFJ-T (Extraverted, Intuitive, Feeling,     Judging - Turbulent) sering kali dikenal karena kemampuan mereka untuk menginspirasi dan memimpin dengan empati serta visi yang jelas(2).



Kalau ENFJ-T jadi pemimpin, Model kepemimpinan apa ya yang cocok ???

    Kepemimpinan ENFJ-T ditandai dengan kombinasi yang kuat antara empati, visi, dan kemampuan komunikasi. Pemimpin dengan tipe kepribadian ini cenderung sukses dalam model kepemimpinan yang memungkinkan mereka untuk memanfaatkan kekuatan alami mereka dalam membimbing dan memotivasi tim. Berikut adalah beberapa model kepemimpinan yang sangat cocok untuk ENFJ-T (3)
1. Kepemimpinan Transformasional
Kepemimpinan transformasional berfokus pada menginspirasi dan memotivasi anggota tim untuk mencapai potensi terbaik mereka dan bekerja menuju tujuan bersama yang lebih besar. Pemimpin transformasional sering berperan sebagai agen perubahan, membantu tim mereka untuk melihat melampaui tugas sehari-hari dan memahami visi jangka panjang organisasi.

2. Kepemimpinan Servant (Pelayan) 
Kepemimpinan servant menekankan pelayanan kepada orang lain sebagai prioritas utama. Pemimpin servant menempatkan kebutuhan anggota tim di atas kebutuhan mereka sendiri dan berfokus pada pengembangan serta kesejahteraan tim mereka.

3. Kepemimpinan Karismatik 
Kepemimpinan karismatik berfokus pada penggunaan karisma pribadi dan pesona untuk mempengaruhi dan memotivasi orang lain. Pemimpin karismatik biasanya memiliki visi yang kuat dan kemampuan untuk menginspirasi tim mereka melalui komunikasi yang efektif dan antusiasme.

4. Kepemimpinan Kolaboratif
Kepemimpinan kolaboratif menekankan pentingnya kerja sama dan partisipasi semua anggota tim dalam pengambilan keputusan. Pemimpin kolaboratif mendorong tim mereka untuk bekerja bersama dan berbagi tanggung jawab, menciptakan rasa kebersamaan.
    Dengan fokus pada pengembangan individu dan kerja sama tim, serta kemampuan untuk menginspirasi dan memotivasi, ENFJ-T dapat menjadi pemimpin yang sangat efektif dan berpengaruh!


Saat menjadi Pemimpin, bagaimana cara ENFJ-T menyelesaikan suatu masalah?? 


    Untuk kegiatan lintas program penanganan TB-HIV, Model kepemimpinan transformasional sangat cocok diterapkan dalam di Faskes tingkat pertama. Model kepemimpinan ini berfokus pada inspirasi, motivasi, dan pengembangan anggota tim, sehingga dapat berguna dalam menghadapi tantangan kompleks dan memerlukan kerja sama lintas program (4).

Penerapan Model Kepemimpinan Transformasional (5)(6)
    Sebagai pemimpin transformasional, kepala Puskesmas X akan menetapkan visi yang jelas dan inspiratif untuk program penanganan TB-HIV. Visi ini akan berfokus pada menghilangkan stigma, meningkatkan kesadaran, dan memastikan akses layanan kesehatan yang berkualitas bagi semua pasien TB-HIV.

- Kegiatan pelaksanaan penanganan TB-HIV
    aAdvokasi:
- Menyuarakan Kepentingan Pasien: Menggunakan keterampilan komunikasi yang kuat, pemimpin akan mengadvokasi kebutuhan pasien TB-HIV kepada pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, donor, dan masyarakat.
- Kampanye Kesadaran: Menginisiasi kampanye kesadaran masyarakat untuk mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap penderita TB-HIV.

    b. Penguatan Tim:
- Pengembangan Kapasitas: Melaksanakan pelatihan rutin untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tim kesehatan terkait TB-HIV.
- Motivasi dan Dukungan: Memberikan dukungan emosional dan motivasi kepada anggota tim untuk menjaga semangat dan komitmen mereka.

    c. Koordinasi Lintas Sektor:
- Kerjasama dengan Lembaga Lain: Bekerjasama dengan organisasi non-pemerintah, sekolah, dan lembaga keagamaan untuk memperluas jangkauan program.
- Pertemuan Rutin: Menyelenggarakan pertemuan rutin dengan semua pemangku kepentingan untuk memastikan keselarasan strategi dan tindakan.

    d. Kolaborasi Interprofesional:
- Tim Multidisiplin: Membangun tim yang terdiri dari berbagai profesional kesehatan seperti dokter, perawat, konselor, dan pekerja sosial untuk memberikan perawatan holistik.
- Pengembangan Protokol Bersama: Mengembangkan dan menerapkan protokol penanganan TB-HIV yang disetujui bersama.

    e. Monitoring dan Evaluasi:
- Indikator Kinerja: Menetapkan indikator kinerja untuk memantau kemajuan program.
- Umpan Balik dan Penyesuaian: Mengumpulkan umpan balik secara rutin dari tim dan pasien untuk penyesuaian program yang diperlukan.

- Tantangan dan Peluang serta Upaya Antisipatif 


    a. Tantangan:
    1. Stigma dan Diskriminasi: Masih adanya stigma yang kuat terhadap TB-HIV di masyarakat.
    - Upaya Antisipatif: Kampanye kesadaran yang berkelanjutan dan advokasi untuk mengubah 
    persepsi masyarakat.

    2. Keterbatasan Sumber Daya: Sumber daya yang terbatas untuk melaksanakan program secara efektif.
    Upaya Antisipatif: Mencari dana tambahan melalui hibah dan kerjasama dengan organisasi donor.
    Koordinasi yang Kompleks: Koordinasi lintas sektor dan interprofesional bisa menjadi kompleks.
   - Upaya Antisipatif: Membentuk struktur koordinasi yang jelas dengan peran dan tanggung 
    jawab yang ditetapkan dengan baik.

    b. Peluang:
    1. Peningkatan Kesadaran: Kesempatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang 
    TB-HIV melalui advokasi yang efektif.
    - Upaya Antisipatif: Menggunakan media sosial dan komunitas lokal untuk menyebarkan informasi.

    2. Kolaborasi yang Lebih Kuat: Potensi untuk membangun kolaborasi yang kuat dengan 
    berbagai sektor.
    - Upaya Antisipatif: Membuat jaringan kerja yang solid dan pertemuan rutin untuk 
    memperkuat hubungan.

    3. Inovasi dalam Penanganan: Peluang untuk mengimplementasikan pendekatan inovatif 
    dalam penanganan TB-HIV.
    - Upaya Antisipatif: Melibatkan tim dalam penelitian dan pengembangan metode baru yang 
    lebih efektif.

Aplikasi Model Kepemimpinan Transformasional untuk Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut dalam Peningkatan Mutu Keselamatan Pasien dan Petugas Kesehatan


    Model kepemimpinan transformasional sangat efektif dalam konteks peningkatan mutu dan keselamatan di fasilitas kesehatan tingkat lanjut (FKTL). Fokus pada visi yang jelas, inspirasi, komunikasi, dan pengembangan individu membuat model ini sangat cocok untuk mengatasi tantangan kompleks dan mengoptimalkan keselamatan pasien serta petugas kesehatan.


- Penerapan pada Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) dipilih sebagai fokus utama. PPI adalah kunci dalam memastikan keselamatan pasien dan petugas kesehatan, terutama di fasilitas kesehatan tingkat lanjut yang menghadapi risiko infeksi nosokomial(70.

- Implementasi PPI dengan Kepemimpinan Transformasional:
  • Visi dan Inspirasi:
    • Visi: Menciptakan lingkungan kesehatan bebas infeksi dengan standar PPI yang ketat.
    • Inspirasi: Membuat kampanye internal yang menekankan pentingnya PPI dalam keselamatan pasien dan petugas kesehatan.
  • Motivasi:
    • Pelatihan Rutin: Menyediakan pelatihan berkelanjutan tentang praktik PPI terbaik.
    • Penghargaan: Menghargai staf yang menunjukkan kepatuhan tinggi terhadap prosedur PPI.
  • Stimulasi Intelektual:
    • Inovasi: Mengajak staf untuk berpartisipasi dalam mencari solusi inovatif untuk masalah PPI.
    • Diskusi Terbuka: Membuka forum untuk ide dan saran dari staf mengenai peningkatan praktik PPI.
  • Perhatian Individual:
    • Mentorship: Memberikan pendampingan khusus untuk staf baru atau yang membutuhkan peningkatan kompetensi dalam PPI.
    • Umpan Balik: Menyediakan umpan balik konstruktif dan personal mengenai kinerja PPI.

- Tantangan, Peluang, dan Upaya Antisipatif
  • Tantangan:
    1. Resistensi terhadap Perubahan: Beberapa staf mungkin enggan mengubah praktik kerja mereka. Upaya Antisipatif: Mengikutsertakan staf dalam pengembangan protokol dan pelatihan untuk membangun rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama.                                                             
    2. Keterbatasan Sumber Daya: Kekurangan alat pelindung diri (APD) dan perlengkapan PPI lainnya. Upaya Antisipatif: Mengamankan sumber dana tambahan dan bekerja sama dengan pemasok untuk memastikan ketersediaan peralatan yang memadai.

  • Peluang:

    1. Peningkatan Keselamatan Pasien: Implementasi PPI yang baik dapat mengurangi risiko infeksi nosokomial. Upaya Antisipatif: Memanfaatkan teknologi untuk memantau dan melaporkan kepatuhan terhadap protokol PPI secara real-time.                                                             
    2. Pengembangan Budaya keselamatan: Fokus pada PPI dapat membangun budaya keselamatan yang kuat di seluruh fasilitas kesehatan. Upaya Antisipatif: Mengadakan workshop dan seminar untuk mempromosikan budaya keselamatan dan mendorong partisipasi aktif dari semua staf.    
Model kepemimpinan transformasional, dengan fokus pada pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI), dapat secara signifikan meningkatkan mutu keselamatan pasien dan petugas kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat lanjut. Dengan visi yang jelas, motivasi, inovasi, dan perhatian individual, pemimpin transformasional dapat mengatasi tantangan, memanfaatkan peluang, dan memastikan bahwa PPI menjadi prioritas utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan efisien.

KESIMPULAN

Tipe kepribadian ENFJ-T adalah tipe pemimpin yang karismatik dan empatik, sangat cocok dengan model kepemimpinan transformasional yang fokus pada inspirasi dan motivasi tim. Dalam penanganan TB-HIV di Puskesmas, model ini mendukung advokasi pasien, peningkatan kesadaran, dan kolaborasi lintas sektor. Untuk peningkatan mutu di FKTL, terutama pada Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), model ini menetapkan visi bebas infeksi, menyediakan pelatihan rutin, dan mendorong inovasi. Tantangan seperti stigma, keterbatasan sumber daya, dan resistensi perubahan damat diatasi melalui kampanye kesadaran, mencari dana tambahan, dan keterlibatan staf, dengan peluang meningkatkan kesadaran masyarakat dan inovasi penanganan.




Daftar Pustaka:
1. https://www.sciencedirect.com/topics/neuroscience/myers-briggs-type-indicator#:~:text=It%20is%20composed%20of%2094,Feeling%2C%20and%20Judging–Perceiving.
2. The 16 MBTI Personality Types [Internet]. [dikutip 7 Juli 2024]. Tersedia pada: https://www.myersbriggs.org/my-mbti-personality-type/the-16-mbti-personality-types/
3.Kouzes JM, Posner BZ. The Leadership Challenge: How to Make Extraordinary Things Happen in Organizations. San Francisco: Jossey-Bass; 2017.
4. Kouzes JM, Posner BZ. The Leadership Challenge: How to Make Extraordinary Things Happen in Organizations. Jossey-Bass; 2017.
5. World Health Organization. Global Tuberculosis Report 2023. Available from: https://www.who.int/publications/i/item/9789240071838. Accessed July 7, 2024.
6. Centers for Disease Control and Prevention. Tuberculosis and HIV Co-Infection. Available from: https://www.cdc.gov/tb/topic/basics/tbhivcoinfection.htm. Accessed July 7, 2024.
7.Mayo Clinic. Nosocomial infections: An overview. Available at: Mayo Clinic Nosocomial Infections. Accessed July 7, 2024.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WARTA TALENTA PRO PATRIA ET HUMANITATE DI TANAH MINAHASA

INTP-T Sebagai Pemimpin

Logic Champion as a Leader