Karakter ENTP "Pendebat" dan Perannya Sebagai Seorang Pemimpin Transformasional
Nama: William Adisaputra Ida
NIM: 21.P1.0015
Konteks dan Latar Belakang Personal
Karakteristik
Myers-Briggs Type Indikator (MBTI) saya adalah ENTP (Extraverted,
Intuitive, Thinking, and Prospecting). ENTP merupakan tipe kepribadian yang
berani dan kreatif, merekonstruksikan ide dengan lincah, dan ulet mengejar
mimpi mereka tanpa mempedulikan kontra. Kepribadian ENTP (Pendebat) tidak takut
akan berpendapat serta menjadi kontra terhadap suatu ide sehingga rentan
terlibat dalam suatu perdebatan. Untungnya, ENTP cenderung menikmati perdebatan
sebagai peserta ataupun penonton, semakin panas perdebatannya semakin baik. Kepribadian ENTP senang menantang norma dan
aturan, tidak ada kepercayaan yang tabu untuk ditanyakan, tidak ada aturan yang
tidak pantas untuk diuji. Namun kepribadian ENTP tidak serta-merta akan selalu melanggar
dan melawan. Kecenderungan melawan ini justru digunakan dalam membuat perubahan
dan berinovasi. Namun, kecenderungan kepribadian ENTP untuk berdebat kadang
menghambat kemampuannya dalam menjalin hubungan, terutama karena kebanyakan
orang (seperti rekan, atasan, dan pasangan) tidak suka apabila nilai-nilainya
dipertanyakan.1
Model kepemimpinan yang
relevan
Jenis
kepemimpinan yang sesuai dengan kepribadian saya adalah kepemimpinan
transformasional. Kepemimpinan transformasional adalah gaya kepemimpinan yang
dilakukan untuk memotivasi dan memberdayakan orang-orang agar bisa bekerja sama
mewujudkan visi dan misi organisasi. epemimpinan transformasional adalah bentuk
nilai, keyakinan, dan kebutuhan yang termasuk di dalamnya perubahan sebagai
bentuk terobosan baru. Seorang pemimpin dengan gaya transformasional diyakini
bisa mempengaruhi kinerja anggotanya secara keseluruhan. Karakteristik pemimpin
transformasional adalah terbuka dengan ide baru, lebih toleran terhadap risiko,
mampu menginovasi, berpikiran terbuka, progresif dan mampu bertanggung jawab.
Jenis kepemimpinan ini memiliki kelebihan seperti bisa memotivasi karyawan,
tidak ada jarak dengan atasan, dan memunculkan banyak sekali inovasi baru. Namun,
kekurangan gaya kepemimpinan ini adalah tidak cocok digunakan pada organisasi
tanpa struktur dan kurang cocok diterapkan pada organisasi yang dibentuk untuk
sementara waktu.2
Aplikasi model
kepemimpinan untuk fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk kegiatan lintas
program penanganan TB-HIV
TB-HIV
merupakan kondisi yang memerlukan perhatian khusus karena letalitasnya.
Penanganan TB-HIV di Puskesmas X yang dipimpin oleh ENTP akan menerapkan model
kepemimpinan transformasional. Hal ini guna menerapkan ide dan gagasan baru
untuk meminimalisir mortalitas dan morbiditas serta membatasi kejadian kasus. Kegiatan
penanganan TB-HIV yang dilaksanakan oleh ENTP antara lain:
a. Advokasi
Kepribadian ENTP akan menerapkan
kepemimpinan transformasional dalam advokasi perubahan kebijakan, program,
maupun kedudukan eksekutif lama yang kurang efektif guna meningkatkan mutu
pelayanan. Kepribadian ENTP cenderung lebih kritis dan berani dalam
mengadvokasikan perubahan atas sistem yang tidak muktahir.
b. Penguatan
Tim
Penguatan tim memerlukan
hubungan antar pimpinan dan bawahan yang baik.
ENTP yang menerapkan tipe kepemimpinan transformasional dengan
menghilangkan jarak antar pemimpin dan bawahan agar muncul ide dan gagasan
inovatif.
c. Koordinasi
Lintas Sektor
Kepribadian ENTP
menggunakan tipe kepemimpinan transformasional dalam koordinasi lintas sektor
dengan memotivasi organisasi untuk menjalin hubungan lintas sektor yang baik
dan menampung inovasi sektor lain demi keefektifan dalam penanggulangan TB-HIV.
d. Kolaborasi
Interprofesional
Tipe kepemimpinan transformasional
sangat diperlukan dalam kolaborasi interprofesional karena dengan bertukar
pikiran dengan disiplin ilmu yang lain, ENTP sangat baik dalam memastikan bahwa
setiap sektor mendapatkan kesempatan untuk memberi ide, inovasi atau gagasan,
sambil memastikan relevansinya.
e. Monitoring
Kepribadian ENTP
menggunakan pendekatan transformasional untuk monitoring kinerja anggotanya
dengan mengimplemestasikan keakraban antar anggota agar mau dan mampu bekerja
sama dan melaksanakan tugas dengan baik.
f. Evaluasi
Evaluasi yang dilakukan oleh kepribadian ENTP dengan model kepemimpinan transformasional adalah dengan membuka diskusi yang terbuka antar anggota akan kinerja penanganan TB-HIV agar nantinya muncul ide dan gagasan serta inovasi yang mampu meningkatkan efektivitas kinerja.
Tantangan yang mungkin
dihadapi
a.
Tidak
Kooperatifnya Anggota
Karakter
ENTP dengan model kepemimpinan transformasional belum tentu dapat diterima baik
oleh semua orang baik dalam anggotanya maupun lintas sektor. Banyak pribadi
yang anti-kritik dan konservatif akan kebijakan lama.
b.
Tidak
Cocok dengan Sistem Puskesmas yang Birokratis
Model
kepemimpinan transformasional kurang dapat berjalan dengan baik dalam sistem
puskesmas yang birokratis. Sistem yang birokratis cenderung konservatif dan rigid
sehingga meminimalisir ruang untuk inovasi.
Peluang-peluang yang
muncul
a.
Inovasi
Teknologi
Penerapan inovasi teknologi
baru yang muktahir dapat dilakukan untuk menangani TB-HIV terutama di Puskesmas.
Model kepemimpinan transformasional yang diterapkan oleh ENTP sangat cocok
dalam mengagas, menerapkan, mengevaluasi, dan memperbaharui sistem teknologi baru.
b.
Pengembangan
Kebijakan Baru
Dalam pengembangan
kebijakan baru, model kepemimpinan transformasional yang diterapkan oleh ENTP
sangatlah memfasilitasi.
Upaya
Antisipasi
a.
Pemberdayaan
dan Edukasi Anggota
Demi
kelancaran penerapan kebijakan dan perubahan, sangatlah imperatif bahwa seluruh
anggota mengetahui dengan detil akan segala kebijakan dan perubahan terkait
penanganan TB-HIV di Puskesmas.
b.
Advokasi Penerapan Kebijakan dan Inovasi Evidence
Based.
Agar kebijakan dan inovasi baru dapat diterima dan diterapkan, perlu dasar konkrit yang menyokong kepentingan penerapannya. Pendekatan advokasi secara evidence-based dapat mendorong terjadinya perubahan kebijakan dan penerapan inovasi yang solutif.
Aplikasi
model kepemimpinan untuk fasilitas kesehatan tingkat lanjut untuk peningkatan
mutu keselamatan pasien dan petugas kesehatan.
Model kepemimpinan yang saya pilih sebagai
seorang ENTP untuk peningkatan mutu keselamatan pasien dan petugas kesehatan
adalah model kepemimpinan transformasional. Model kepemimpinan ini sangatlah
efektif dalam menerapkan kebijakan dan inovasi baru yang sangat diperlukan
untuk mengurangi risiko jatuh. Risiko jatuh memerlukan koordinasi antara
petugas kesehatan, non-kesehatan dan pasien untuk menilai, mencegah, dan
mengevaluasi. Terdapat faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik yang memengaruhi
risiko jatuh. Faktor instrinsik berasal dari individu itu sendiri, sedangkan
faktor ekstrinsik mengarah pada lingkungan sekitar. Kedua faktor ini layaknya ditinjau
dan dikomunikasikan agar risiko jatuh dapat diminimalisir.3
Tantangan
yang Mungkin Terjadi
a.
Ketidakpatuhan
Pasien dan Tenaga Kesehatan
Ketidakpatuhan akan
keselamatan untuk meminimalisir risiko jatuh merupakan suatu masalah yang
mungkin terjadi terutama pada model kepemimpinan transformasional. Karena model
kepemimpinan ini cenderung dekat dengan anggota dan menghilangkan hierarki,
maka kelalaian akibat terlalu santai akan lebih sering terjadi.
Peluang-peluang
yang Muncul
a. Penerapan
Kebijakan dan Inovasi Baru
Model kepemimpinan
transformasional lebih terbuka terhadap kebijakan dan inovasi baru terkait
risiko jatuh yang belum ada sebelumnya.
Upaya Antisipatif
a. Perencanaan
Kedaruratan
Merumuskan penerapan strategi
untuk menanggulangi kejadian jatuh perlu dilakukan. Selain itu, penerapan
disiplin risiko jatuh perlu diterapkan dan dilatih pada seluruh petugas kesehatan.
b. Edukasi
Edukasi
akan risiko jatuh yang riil perlu dilakukan terutama bagi pasien yang berisiko.
Kesimpulan
Pemimpin ENTP dengan
model kepemimpinan transformasional memiliki kelebihan dan kekurangannya. Kecenderungan
dalam berinovasi dan menerapkan perubahan sangatlah berguna dalam meningkatkan
efisiensi dan mutu pelayanan suatu organisasi. Namun, tidak semua perubahan
dapat diterima dan diterapkan dengan hasil yang baik. Maka dari itu segala
perubahan dan inovasi perlu memiliki dasar evidence-based dan diterapkan
secara edukatif agar dapat berjalan
semestinya
Daftar Pustaka:
1. ENTP
Personality “Debater.” Available from:
https://www.16personalities.com/entp-personality
2. Shirley Candrawardhani.
Transformasional: Definisi, Ciri, Bedanya dengan Transaksional. 2024; Available
from:
https://www.kitalulus.com/blog/bisnis/kepemimpinan-transformasional-adalah/
3. Utami SP. HUBUNGAN PENGETAHUAN TERHADAP
KEPATUHAN PERAWAT DALAM MENERAPKAN SPO PENCEGAHAN RISIKO JATUH PADA INSTALASI
RAWAT INAP RUMAH SAKIT WIYUNG SEJAHTERA. 2022;

Keren
BalasHapusSaya suka
BalasHapus