Jalani Setiap Detik Tanpa Ragu-ragu
BERSIAPLAH UNTUK MENJELAJAHI KEUNIKAN DAN KEGEMBIRAAN ESFP-T
Penyimak: Individu ini bersifat
pragmatis dan rendah hati. Mereka cenderung memiliki perhatian besar terhadap
kondisi yang sedang terjadi atau sangat berpotensi terjadi.
Perasa: Individu ini
menghargai ekspresi dan kepekaan emosional
Eksploratif: Individu ini
sangat pandai berimprovisasi dan beradaptasi dengan berbagai peluang. Mereka
cenderung menjadi anti-konformitas fleksibel yang menghargai kebaruan daripada
stabilitas.
Turbulen: Individu memiliki sifat sadar diri dan peka terhadap stress. Mereka merasakan desakan dalam emosi dan cenderung mengejar kesuksesan, bersifat perfeksonis, dan memiliki Hasrat untuk berkembang1.
Setelah melakukan pengisian MBTI didapatkan hasil ESFP-T atau sering disebut dengan penghibur. Penghibur adalah pribadi yang spontan, energik, dan antusias, dan Bersama mereka hidup tidak akan membosankan. ESFP-T dapat dengan mudah terhanyut dalam kegembiraan saat itu, dan ingin semua orang juga merasakannya. ESFP-T kepribadiannya murah hari dengan waktu dan energi mereka seperti penghibur dalam hal menyemangati orang lain. Mereka yang memiliki kepribadian ESFP-T menyukai sorotan, dan seluruh dunia adalah panggung pertunjukan. Mereka juga suka mengadakan pertunjukan untuk teman-teman mereka, mengobrol dengan kecerdasan yang unik dan bersahaja, menyerap perhatian dan membuat setiap sesi cengkrama terasa seperti sebuah pesta. Mereka menikmati hal-hal yang paling sederhana, dan tidak ada kegembiraan yang lebih besar bagi mereka selain bersenang-senang dengan sekelompok teman yang baik.
Bukan hanya sekedar bicara,
mereka memiliki rasa estetika yang paling kuat. Mereka tidak takut mengubah
lingkungannya untuk mencerminkan gaya pribadinya. Penghibur secara alami
memiliki rasa ingin tahu, mengeksplorasi desain dan gaya baru dengan mudah, mereka
juga jeli terhadap emosi orang lain. Orang
dengan tipe kepribadian ini sering kali menjadi orang pertama yang membantu
seseorang membicarakan masalah yang menantang, dengan senang hati memberikan
dukungan emosional dan nasihat praktis. Namun, jika masalahnya ada pada mereka,
Penghibur lebih cenderung menghindari konflik daripada mengatasinya langsung.
Penghibur biasanya menyukai sedikit drama dan gairah, tetapi tidak terlalu
menyukainya jika mereka menjadi fokus kritik yang ditimbulkannya. Tantangan terbesar yang dihadapi para
Penghibur adalah bahwa mereka sering kali terlalu fokus pada kesenangan sesaat
sehingga mereka mengabaikan tugas dan tanggung jawab yang memungkinkan
kemewahan tersebut. Analisis yang kompleks, tugas yang berulang, dan
mencocokkan statistik dengan konsekuensi nyata bukanlah aktivitas yang mudah
bagi Penghibur. Mereka lebih suka mengandalkan keberuntungan atau peluang, atau
sekadar meminta bantuan dari lingkaran pertemanan mereka yang luas2.
MODEL
KEPEMIMPINAN APA YANG COCOK DENGAN ORANG ESFP-T
Model kepemimpinan yang cocok untuk ESFP-T
ialah
Transformational
Transformasional adalah seorang yang terbuka dengan staf, menunjukkan integritas dan rasa hormat yang dimiliki terhadap pengalaman dan pengetahuan staf. Rasa saling menghormati satu dengan yang lain menghasilkan peningkatan yang memuaskan antara staf dan retensi karyawan3. Transformasional sendiri mengarah kepada proses membangun sebuah komitmen menuju tujuan organisasi serta memberi kepercayaan kepada para pengikut untuk mencapai tujuan tersebut3.
Servant
Servant ialah sikap tidak mementingkan dirinya sendiri dengan fokus pada kebutuhan yang lebih tinggi dari orang lain untuk mencapai visi. Tipe kepemimpinan servant ini melakuakn refleksi diri dan kesadaran dalam pekerjaan. Mereka membimbing staf, mengangkat orang lain menuju kesuksesan yang lebih besar.
Ethical
Kepemimpinan ethical ini memiliki konsep yang adil dalam memimpin. Menghormati hak-hak setiap orang yang terlibat, dan juga kejujuran yang saling menguntungkan semua orang. Mampu mempertimbangkan pandangan positif dan negative dalam memastikan Keputusan dibuat secara etnis dan para anggota bertanggung jawab4.
Penanganan Kasus
1. penanganan kasus TB-HIV
Dalam kasus ini saya memilih kepemimpinan transformational
mengapa karena pemimpin dapat mendengar dan menghormati staf nya untuk
berpendapat dan memberi masukan. Juga berkomitmen dengan apa yang diputuskan
saat berunding. Adapun pelaksanaan penanganan TB-HIV sebagai berikut
Advokasi
Dalam penanganan kasus TB-HIV ini
diperlukan kolaborasi semua pihak untuk akses social dan juga dapat dilakukan
penyuluhan di Masyarakat yang terkena TB-HIV
Penguatan Tim
Dalam penguatan Tim ini dilakukan pemilihan
Tim yang sesuai untuk penanganan TB-HIV dan setelah dipilih dilakukan pelatihan
dan pengembangan kapasitas agar meningkatnya kualitas layanan.
Koordinasi Lintas Sektor
Melakukan rapat terhadap koordinasi yang
bertanggung jawab dalam penanganan TB-HIV tersebut
Kolaborasi interprofesional
Membangun kerja sama antar rumah sakit
yang mempunyai tenaga Kesehatan yang baik dan dapat melakukan penyembuhan terhadap
penyakit TB-HIV
Monitoring
Melakukan pengumpulan data dengan saling
melakukan tanya jawab kepada pasien yang terkena TB-HIV
Evaluasi
Melihat Kembali data yang sudah didapat, jika data kurang maka tanya jawab diulang Kembali.
Apakah ada tantangan dan peluang
Dalam melakukan segala sesuatu pasti akan
tedapat tantangan didalamnya. Dalam melakukan penanganan pada TB-HIV didapatkan
tantangan-tantangan yang berbeda. Tantangan yang ada ialah kurang nya tenaga Kesehatan,
obat-obatan, tenaga Kesehatan yang terinfeksi, holistic dan juga bisa jadi kekurangan
bed. Tantangan juga bisa kelemahan manajemen dan kesinambungan pembiayaan
program pengendalian TB. Dalam penanganan ini belum semua daerah dan layanan Kesehatan
mampu memberikan pengobatan yang baik.
Upaya antisipatif yang dilakukan dalam
penanganan TB-HIV ini ialah bekerja sama dengan rumah sakit terdekat dan juga
jika keterbatasan transformasi maka dapat dilakukan telekonsultasi dengan rumah
sakit yang mempunyai dokter yang berpengalaman, membuat skala prioritas untuk penggunaan
obat-obatan dan juga untuk yang terinfeksi bisa memperketat penggunaan APD, dan
penambahan kuota bahan sterilisasi.
2. Fasilitas Kesehatan Tingkat lanjut untuk peningkatan
mutu
Dalam penanganan ini kepemimpinan ethical sangatlah cocok dikarenakan menghormati hak-hak yang dimiliki oleh pasien dan juga tenaga Kesehatan. Dalam peningkatan mutu ini mengambil sasaran keselamatan dengan komuniksi efektif menggunakan SBAR. Mengapa menggunakan SBAR? Karena dapat mengurangi resiko dari kejadian yang tidak diharapkan. Juga mencegah informasi salah yang disampaikan. Keamanan serta keselamatan pasien adalah hal yang fundamental yang harus diperhatika oleh tenaga medis ketika memberikan pelayanan Kesehatan bagi pasien.
Apakah ada tantangan dan peluang
Tantangan dalam penggunaan SBAR ini ialah dokumentasi
oleh penerima pesan yang tidak tepat dan pelaksanaanya, karena tidak sesuai
dengan standar operasional prosedur yang pada akhirnya mempengaruhi kualitas
dari pelaksanaan komunikasi SBAR5.
Upaya antisipatif dalam menggunakan komunikasi efektif ini ialah sebelum memakai
SBAR baiklah terlebih dahulu mempelajari bagaimana cara untuk menggunakan
komunikasi efektif menggunakan SBAR. Juga dapat dilakukan dengan teliti dan
bersama dengan orang yang professional dalam penggunaan SBAR.
Kesimpulan
Kepemimpinan ESFP-T dikenal dengan sebutan penghibur, yang mampu menghibur orang lain dan tidak mementingkan dirinya sendiri, dan juga sederhana. Dalam kepemimpinan ESFP-T ini mampu bekerja sama dengan karyawan dalam mengatasi masalah, saling berkomunikasi satu dengan yang lain dan juga saling menghormati hak-hak yang dimiliki setiap pribadi. ESFP-T juga dapat mengatasi masalah dengan berefleksi diri dan mau berubah atau kata lainnya transformasi. Dalam melakukan penanganan TB-HIV diperlukan kepemimpinan yang mau menghormati pendapat dan masukan dari karyawan atau staf. dalam FKTL untuk keselamatan pasien digunakan komunikasi efektif yang berupa SBAR yang dapat meningkatkan kejelasan komunikasi dan meningkatkan kepuasan, serta pelayanan dan keselamatan pasien.
DAFTAR PUSTAKA
1.
Penghibur (ESFP-T) |
16Personalities [Internet]. [cited 2024 Jul 7]. Available from:
https://www.16personalities.com/id/hasil/esfp-t/x/4m5rwbjug
2. Kepribadian
ESFP (Penghibur) [Internet]. 16Personalities. [cited 2024 Jul 7]. Available
from: https://www.16personalities.com/id/kepribadian-esfp
3. Handayani
P, Astaivada T, Aisyah N, Anshori MI. Kepemimpinan Transformasional.
4. Kay
DM. Great Leaders Have Ethics [Internet]. About Leaders. 2023 [cited 2024 Jul
7]. Available from: https://aboutleaders.com/ethical-leadership/
5. Santosa
S, Ariyani SP. Analisis Deskriptif Penerapan Komunikasi Efektif Dengan Teknik
Sbar (Situation Background Assessment Recommendation) Untuk Patient Safety Pada
Perawat Pelaksana Rumah Sakit Di Kabupaten Pati. Syntax Idea. 2020 May
20;2(5):132–41.
6. Fajriyah N, Wijaya H, Mamesah MM, Marga
I. Strategies for Improving Effective Communication and Patient Safety with
SBAR among Healthcare Teams in Hospitals: A Systematic Review. JHMR. 2023 Feb
28;2(1):7.
Komentar
Posting Komentar