Jalani Setiap Detik Tanpa Ragu-ragu


Nama    : Tiurmaida Hutajulu
NIM      : 21.P1.0045

BERSIAPLAH UNTUK MENJELAJAHI KEUNIKAN DAN KEGEMBIRAAN ESFP-T 


Ekstrovert: Individu mudah menikmati aktifitas kelompok dan menghargai interaksi sosial. Mereka cenderung terlihat antusias dan mengekspresikan kegembiraan.

Penyimak: Individu ini bersifat pragmatis dan rendah hati. Mereka cenderung memiliki perhatian besar terhadap kondisi yang sedang terjadi atau sangat berpotensi terjadi.

Perasa: Individu ini menghargai ekspresi dan kepekaan emosional

Eksploratif: Individu ini sangat pandai berimprovisasi dan beradaptasi dengan berbagai peluang. Mereka cenderung menjadi anti-konformitas fleksibel yang menghargai kebaruan daripada stabilitas.

Turbulen: Individu memiliki sifat sadar diri dan peka terhadap stress. Mereka merasakan desakan dalam emosi dan cenderung mengejar kesuksesan, bersifat perfeksonis, dan memiliki Hasrat untuk berkembang1.

Setelah melakukan pengisian MBTI didapatkan hasil ESFP-T atau sering disebut dengan penghibur. Penghibur adalah pribadi yang spontan, energik, dan antusias, dan Bersama mereka hidup tidak akan membosankan. ESFP-T dapat dengan mudah terhanyut dalam kegembiraan saat itu, dan ingin semua orang juga merasakannya. ESFP-T kepribadiannya murah hari dengan waktu dan energi mereka seperti penghibur dalam hal menyemangati orang lain. Mereka yang memiliki kepribadian ESFP-T menyukai sorotan, dan seluruh dunia adalah panggung pertunjukan. Mereka juga suka mengadakan pertunjukan untuk teman-teman mereka, mengobrol dengan kecerdasan yang unik dan bersahaja, menyerap perhatian dan membuat setiap sesi cengkrama terasa seperti sebuah pesta. Mereka menikmati hal-hal yang paling sederhana, dan tidak ada kegembiraan yang lebih besar bagi mereka selain bersenang-senang dengan sekelompok teman yang baik.

Bukan hanya sekedar bicara, mereka memiliki rasa estetika yang paling kuat. Mereka tidak takut mengubah lingkungannya untuk mencerminkan gaya pribadinya. Penghibur secara alami memiliki rasa ingin tahu, mengeksplorasi desain dan gaya baru dengan mudah, mereka juga jeli terhadap emosi orang lain. Orang dengan tipe kepribadian ini sering kali menjadi orang pertama yang membantu seseorang membicarakan masalah yang menantang, dengan senang hati memberikan dukungan emosional dan nasihat praktis. Namun, jika masalahnya ada pada mereka, Penghibur lebih cenderung menghindari konflik daripada mengatasinya langsung. Penghibur biasanya menyukai sedikit drama dan gairah, tetapi tidak terlalu menyukainya jika mereka menjadi fokus kritik yang ditimbulkannya. Tantangan terbesar yang dihadapi para Penghibur adalah bahwa mereka sering kali terlalu fokus pada kesenangan sesaat sehingga mereka mengabaikan tugas dan tanggung jawab yang memungkinkan kemewahan tersebut. Analisis yang kompleks, tugas yang berulang, dan mencocokkan statistik dengan konsekuensi nyata bukanlah aktivitas yang mudah bagi Penghibur. Mereka lebih suka mengandalkan keberuntungan atau peluang, atau sekadar meminta bantuan dari lingkaran pertemanan mereka yang luas2.

 

MODEL KEPEMIMPINAN APA YANG COCOK DENGAN ORANG ESFP-T

Model kepemimpinan yang cocok untuk ESFP-T ialah

Transformational

Transformasional adalah seorang yang terbuka dengan staf, menunjukkan integritas dan rasa hormat yang dimiliki terhadap pengalaman dan pengetahuan staf. Rasa saling menghormati satu dengan yang lain menghasilkan peningkatan yang memuaskan antara staf dan retensi karyawan3. Transformasional sendiri mengarah kepada proses membangun sebuah komitmen menuju tujuan organisasi serta memberi kepercayaan kepada para pengikut untuk mencapai tujuan tersebut3.

Servant

Servant ialah sikap tidak mementingkan dirinya sendiri dengan fokus pada kebutuhan yang lebih tinggi dari orang lain untuk mencapai visi. Tipe kepemimpinan servant ini melakuakn refleksi diri dan kesadaran dalam pekerjaan. Mereka membimbing staf, mengangkat orang lain menuju kesuksesan yang lebih besar.

Ethical

Kepemimpinan ethical ini memiliki konsep yang adil dalam memimpin. Menghormati hak-hak setiap orang yang terlibat, dan juga kejujuran yang saling menguntungkan semua orang. Mampu mempertimbangkan pandangan positif dan negative dalam memastikan Keputusan dibuat secara etnis dan para anggota bertanggung jawab4.  

 

Penanganan Kasus

1. penanganan kasus TB-HIV

Dalam kasus ini saya memilih kepemimpinan transformational mengapa karena pemimpin dapat mendengar dan menghormati staf nya untuk berpendapat dan memberi masukan. Juga berkomitmen dengan apa yang diputuskan saat berunding. Adapun pelaksanaan penanganan TB-HIV sebagai berikut

Advokasi

Dalam penanganan kasus TB-HIV ini diperlukan kolaborasi semua pihak untuk akses social dan juga dapat dilakukan penyuluhan di Masyarakat yang terkena TB-HIV

Penguatan Tim

Dalam penguatan Tim ini dilakukan pemilihan Tim yang sesuai untuk penanganan TB-HIV dan setelah dipilih dilakukan pelatihan dan pengembangan kapasitas agar meningkatnya kualitas layanan.

Koordinasi Lintas Sektor

Melakukan rapat terhadap koordinasi yang bertanggung jawab dalam penanganan TB-HIV tersebut

Kolaborasi interprofesional

Membangun kerja sama antar rumah sakit yang mempunyai tenaga Kesehatan yang baik dan dapat melakukan penyembuhan terhadap penyakit TB-HIV

Monitoring

Melakukan pengumpulan data dengan saling melakukan tanya jawab kepada pasien yang terkena TB-HIV

Evaluasi

Melihat Kembali data yang sudah didapat, jika data kurang maka tanya jawab diulang Kembali.

Apakah ada tantangan dan peluang

Dalam melakukan segala sesuatu pasti akan tedapat tantangan didalamnya. Dalam melakukan penanganan pada TB-HIV didapatkan tantangan-tantangan yang berbeda. Tantangan yang ada ialah kurang nya tenaga Kesehatan, obat-obatan, tenaga Kesehatan yang terinfeksi, holistic dan juga bisa jadi kekurangan bed. Tantangan juga bisa kelemahan manajemen dan kesinambungan pembiayaan program pengendalian TB. Dalam penanganan ini belum semua daerah dan layanan Kesehatan mampu memberikan pengobatan yang baik.

Upaya antisipatif yang dilakukan dalam penanganan TB-HIV ini ialah bekerja sama dengan rumah sakit terdekat dan juga jika keterbatasan transformasi maka dapat dilakukan telekonsultasi dengan rumah sakit yang mempunyai dokter yang berpengalaman, membuat skala prioritas untuk penggunaan obat-obatan dan juga untuk yang terinfeksi bisa memperketat penggunaan APD, dan penambahan kuota bahan sterilisasi.

 

2. Fasilitas Kesehatan Tingkat lanjut untuk peningkatan mutu


Dalam penanganan ini kepemimpinan ethical sangatlah cocok dikarenakan menghormati hak-hak yang dimiliki oleh pasien dan juga tenaga Kesehatan. Dalam peningkatan mutu ini mengambil sasaran keselamatan dengan komuniksi efektif menggunakan SBAR. Mengapa menggunakan SBAR? Karena dapat mengurangi resiko dari kejadian yang tidak diharapkan. Juga mencegah informasi salah yang disampaikan. Keamanan serta keselamatan pasien adalah hal yang fundamental yang harus diperhatika oleh tenaga medis ketika memberikan pelayanan Kesehatan bagi pasien. 
SBAR adalah alat komunikasi terstruktur yang dirancang untuk mengurangi kesalahan yang disebabkan oleh komunikasi dan untuk meningkatkan keselamatan pasien, termasuk situasi, latar belakang, penilaian, dan rekomendasi. Komunikasi menggunakan SBAR dapat meningkatkan kejelasan komunikasi dan meningkatkan kepuasan, serta pelayanan dan keselamatan pasien. SBAR dikembangkan untuk digunakan dalam situasi medis dengan emergency, mendesak dan sensitif terhadap waktu. Tindakan yang diperlukan saat menggunakan alat SBAR adalah sebagai berikut: situasi, nyatakan masalah secara ringkas, latar belakang secara singkat menyajikan informasi yang relevan terkait dengan situasi, penilaian, memberikan analisis dan mempertimbangkan berbagai pilihan, serta merekomendasikan tindakan terapi atau pengobatan tertentu6.

Apakah ada tantangan dan peluang

Tantangan dalam penggunaan SBAR ini ialah dokumentasi oleh penerima pesan yang tidak tepat dan pelaksanaanya, karena tidak sesuai dengan standar operasional prosedur yang pada akhirnya mempengaruhi kualitas dari pelaksanaan komunikasi SBAR5. Upaya antisipatif dalam menggunakan komunikasi efektif ini ialah sebelum memakai SBAR baiklah terlebih dahulu mempelajari bagaimana cara untuk menggunakan komunikasi efektif menggunakan SBAR. Juga dapat dilakukan dengan teliti dan bersama dengan orang yang professional dalam penggunaan SBAR.

 

Kesimpulan

Kepemimpinan ESFP-T dikenal dengan sebutan penghibur, yang mampu menghibur orang lain dan tidak mementingkan dirinya sendiri, dan juga sederhana. Dalam kepemimpinan ESFP-T ini mampu bekerja sama dengan karyawan dalam mengatasi masalah, saling berkomunikasi satu dengan yang lain dan juga saling menghormati hak-hak yang dimiliki setiap pribadi. ESFP-T juga dapat mengatasi masalah dengan berefleksi diri dan mau berubah atau kata lainnya transformasi. Dalam melakukan penanganan TB-HIV diperlukan kepemimpinan yang mau menghormati pendapat dan masukan dari karyawan atau staf. dalam FKTL untuk keselamatan pasien digunakan komunikasi efektif yang berupa SBAR yang dapat meningkatkan kejelasan komunikasi dan meningkatkan kepuasan, serta pelayanan dan keselamatan pasien.

 

 

 





 

DAFTAR PUSTAKA

1.         Penghibur (ESFP-T) | 16Personalities [Internet]. [cited 2024 Jul 7]. Available from: https://www.16personalities.com/id/hasil/esfp-t/x/4m5rwbjug

2.         Kepribadian ESFP (Penghibur) [Internet]. 16Personalities. [cited 2024 Jul 7]. Available from: https://www.16personalities.com/id/kepribadian-esfp

3.         Handayani P, Astaivada T, Aisyah N, Anshori MI. Kepemimpinan Transformasional.

4.         Kay DM. Great Leaders Have Ethics [Internet]. About Leaders. 2023 [cited 2024 Jul 7]. Available from: https://aboutleaders.com/ethical-leadership/

5.         Santosa S, Ariyani SP. Analisis Deskriptif Penerapan Komunikasi Efektif Dengan Teknik Sbar (Situation Background Assessment Recommendation) Untuk Patient Safety Pada Perawat Pelaksana Rumah Sakit Di Kabupaten Pati. Syntax Idea. 2020 May 20;2(5):132–41.

6.         Fajriyah N, Wijaya H, Mamesah MM, Marga I. Strategies for Improving Effective Communication and Patient Safety with SBAR among Healthcare Teams in Hospitals: A Systematic Review. JHMR. 2023 Feb 28;2(1):7. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WARTA TALENTA PRO PATRIA ET HUMANITATE DI TANAH MINAHASA

INTP-T Sebagai Pemimpin

Logic Champion as a Leader