Introvert, berjuang sendirian ? atau pemimpin perjuangan ?

 Ujian Blok 6.3 IKM 2024


Rayhan Towarani La Sida

21.P1.0008




1. Konteks dan Latar Belakang personal

INTJ-A (Introverted, Intuitive, Thinking, Judging, Assertive). Orang dengan tipe kepribadian ini dikenal sebagai individu yang analitis, logis, dan kreatif. Oleh sebab itu, orang dengan kepribadian INTJ dijuluki sebagai ahli strategi. Orang-orang dengan tipe kepribadian INTJ memiliki rasa keingintahuan yang tinggi dan berkecendurungan untuk menghargai kreativitas orang lain, berpemikiran rasional, dan berusaha untuk mengembangkan diri sendiri. Orang dengan kepribadian INTJ akan berusaha untuk mengembangkan keahlian intelektual dan didorong oleh keinginan untuk menguasai bidang apapun yang mereka minati.

INTJ umumnya merupakan jenis kepribadian orang yang mementingkan solusi-solusi rasional, kreatif, dan terorganisir untuk menyelesaikan masalah. Akan tetapi, INTJ-A atau yang biasa dikenal sebagai Assertive Architect memiliki kepercayaan diri yang besar dalam menangani stressor yang dihadapi dalam hidup dan tidak merasakan penyesalan terhadap kegagalan - kegagalan yang pernah dialaminya.

Dalam konteks kepemimpinan, INTJ memiliki berbagai keunggulan antara lain:


1. Ahli dalam perencanaan jangka panjang dan pembangunan sebuah sistem

2. Berpikiran logis dan objektif, bila dihadapkan situasi yang diharuskan untuk mengambil keputusan

3. Berpola pikir rasional, INTJ mampu menciptakan solusi inovatif untuk masalah yang dihadapi

4. Ambisius, kepribadian INTJ memiliki tujuan dan visi jelas akan masa depannya dan memiliki rencana jelas untuk mencapai tujuan tersebut.


Orang dengan kepribadian INTJ yang analitis dan logis dapat menjadi pemimpin yang pandai mengumpulkan dan menganalisis informasi untuk memutuskan sesuatu. Akan tetapi, tipe kepribadian ini juga bisa menjadi terlalu perfeksionis, terlalu kritis, dan kurang memerhatikan aspek sosial dan emosional orang lain dan diri sendiri sehingga dapat mengalami kesulitan untuk menjalin hubungan baik atau bekerja sama dengan rekan kerja lainnya. Oleh sebab itu, bila seseorang dengan tipe kepribadian INTJ menjadi pemimpin maka ia juga harus membuka diri terhadap pemikiran dan perasaan orang di sekitarnya. Maka dari itu, seseorang INTJ dengan kelebihan dan kekurangannya tetap dapat menjadi pemimpin yang andal memimpin untuk mencapai kepentingan bersama.



2. Model kepemimpinan yang relevan

Gaya kepemimpinan adalah cara seorang pemimpin dalam mengelola timnya untuk mencapai tujuan organisasi, yang mencakup perilaku, nilai, dan metode yang digunakan untuk menggerakkan anggota tim menuju pencapaian yang diinginkan.

Tidak ada satu pendekatan kepemimpinan yang sesuai untuk semua situasi. Gaya kepemimpinan yang ada bervariasi dan pemimpin yang efektif harus mampu mengadaptasi gayanya sesuai kebutuhan dan dinamika tim serta bisnis yang dipimpinnya. Berikut adalah model kepemimpinan yang sesuai pada orang berkepribadian INTJ


a. Transformasional

Pemimpin transformasional INTJ mampu menginspirasi karyawan untuk mencapai potensi maksimal mereka. Mereka memiliki visi yang kuat dan mampu mengkomunikasikan visi ini dengan cara yang memotivasi dan menggerakkan tim.

Gaya kepemimpinan ini dapat menciptakan budaya berinovasi dan bersemangat di mana karyawan merasa terhubung dengan tujuan tim. Kepribadian pemimpin seperti INTJ yang kreatif dan ambisius dapat mendorong kreativitas pemikiran dan perubahan positif timnya.

INTJ dapat berperan sebagai sosok panutan yang kuat dan mendorong pengembangan pribadi dan profesional anggota timnya. Selain itu, dengan model kepemimpinan ini INTJ dapat memperkuat nilai organisasi dan memotivasi rekannya untuk berkontribusi.

b. Visioner

Visioner merupakan salah satu sifat yang tampak dari seorang pemimpin INTJ. Dengan visi yang kuat untuk masa depan, INTJ mempunyai gambaran yang jelas tentang tujuan jangka panjang dan arah yang harus diambil oleh tim. Pemimpin visioner seperti INTJ tidak hanya melihat ke masa depan, tetapi juga mampu menginspirasi karyawan dengan visi mereka.

Pemimpin Pemimpin INTJ dapat menjadi agen perubahan yang kuat. Mereka mendorong karyawan untuk merancang solusi inovatif, dan mencapai tujuan serta visi dari tim. Ketika rekan kerja terhubung dengan visi tersebut, mereka lebih bersemangat dan berkomitmen untuk mencapai hasil yang diharapkan.

Pemimpin visioner seperti ini dapat melihat peluang di tengah tantangan. Mereka mampu mengarahkan organisasi menuju masa depan yang sukses.

c. Strategis

INTJ merupakan pemimpin yang sangat strategis, kepribadian ini dapat fokus pada perencanaan jangka panjang dan pengambilan keputusan yang didasarkan pada data dan analisis. Selain itu, INTJ memiliki kemampuan untuk melihat gambaran besar dan merumuskan strategi yang efektif untuk mencapai tujuan organisasi.

Gaya kepemimpinan strategis mengharuskan pemimpin untuk menjadi pemikir yang visioner dan analitis. Mereka mempertimbangkan berbagai faktor eksternal dan internal yang memengaruhi bisnis, seperti tren pasar, persaingan, dan sumber daya yang tersedia sifat sifat ini umumnya ditemukan pada kepribadian INTJ. Dengan pemahaman yang mendalam, pemimpin dapat mengarahkan tim dan sumber daya ke arah yang paling produktif.

d. Transaksional

INTJ juga dapat menjadi pemimpin yang berfokus pada penggunaan insentif dan hukuman untuk memotivasi karyawan. Mereka menetapkan aturan dan target yang harus dicapai oleh rekannya, kemudian memberikan imbalan atau sanksi berdasarkan pencapaian hasil.

Dalam gaya kepemimpinan ini, kontrak atau perjanjian kerja yang jelas sering digunakan untuk mengukur pencapaian kinerja. INTJ memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap rekan kerja dan berharap agar mereka mematuhi peraturan dan mencapai target yang ditetapkan.

Walaupun pendekatan ini dapat memberikan dorongan singkat untuk mencapai tujuan tertentu, penggunaan terlalu banyak hukuman atau insentif eksternal dapat mengarah pada motivasi yang bersifat sementara. Maka dari itu, INTJ cenderung kurang fokus pada pengembangan jangka panjang dan pertumbuhan pribadi  

e. Otokratis

Gaya kepemimpinan otokratis dikenal dengan pendekatan yang terpusat pada pemimpin. INTJ dapat mengambil keputusan tunggal dan memberikan arahan yang jelas kepada anggotanya. Mereka sering mengendalikan setiap aspek pekerjaan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. INTJ memiliki visi yang kuat dan keyakinan dalam kemampuan mereka untuk mengambil keputusan terbaik seperti dalam beberapa situasi khusus, seperti saat diperlukan kecepatan dalam pengambilan keputusan atau dalam situasi darurat,



3. Aplikasi model kepemimpinan untuk fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk kegiatan lintas program penanganan TB-HIV

a Uraikan model kepemimpinan penanganan TB-HIV di wilayah puskesmas X

Dalam penanganan kasus kesehatan seperti TB atau HIV, kepribadian INTJ dapat mengambil model kepemimpinan strategis ataupun visioner. Kedua model kepemimpinan ini cocok untuk kasus ini dikarenakan penyakit TB dan HIV merupakan penyakit yang membutuhkan perawatan dan penanganan yang sangat lama. Dengan visi yang kuat untuk masa depan, maka bisa didapatkan gambaran yang jelas tentang tujuan jangka panjang dan arah yang harus diambil oleh tim. Dan model kepemimpinan ini juga dapat fokus pada perencanaan jangka panjang dan pengambilan keputusan yang didasarkan pada data dan analisis sehingga dapat melihat gambaran besar dan merumuskan strategi yang efektif untuk mencapai tujuan.


  • Advokasi
 Kegiatan advokasi yang dapat diadakan antara lain adalah melakukan edukasi kepada masyarakat sebagai upaya pencegahan primer untuk mencegah adanya meningkatan angka kejadian dan penyebaran TB-HIV. Penyuluhan dan edukasi ini dapat dilakukan melalui media cetak, media sosial ataupun dengan melakukan penyuluhan di komunitas-komunitas masyarakat.
  • Penguatan tim
Pengembangan keahlian dan pengetahuan sangat dibutuhkan dalam penanganan TB- HIV karena penyakit ini perlu pengobatan dan penanganan khusus jika dibandingkan dengan penyakit lainnya. Penguatan tim ini dapat menjaga kualitas dan profesionalitas dari tim kesehatan. Penguatan tim dapat dilakukan dengan cara melaksanakan pelatihan - pelatihan atau mempelajari kemajuan teknologi yang dapat membantu penanganan TB-HIV.
  • Koordinasi lintas sektor
 Dalam koordinasi lintas sektor, dapat dilakukannya kerjasama atau menjalin kemitraan dengan organisasi - organisasi atau fasilitas kesehatan lainnya yang dapat berkontribusi dalam penanganan TB-HIV. Koordinasi ini dapat dilakukan dengan bekerja sama atau saling berkomunikasi antar organisasi untuk mencapai tujuan utama.
  • Kolaborasi interprofesional
 Koordinasi dan kolaborasi yang baik antara profesional kesehatan dapat meningkatkan hasil kesehatan pasien TB-HIV secara keseluruhan. Kolaborasi ini dapat dilakukan dengan melakukan pembagian peran masing masing dari berbagai cabang untuk menangani TB-HIV
  • Monitoring
 Monitoring dapat dilakukan dengan pelaksanaan pemantauan dari status infeksi dan jumlah kasus TB-HIV, dan angka kematian TB-HIV
  • Evaluasi
Evaluasi merupakan refleksi yang dilakukan secara menyeluruh dan rinci mengenai kondisi TB-HIV dan semua kegiatan penanganannya

Tantangan

1. Kurangnya tenaga kerja kesehatan

2. Pelaksanaan penanganan yang kurang memadai

3. Kurangnya pasokkan obat

4. Keterbatasan logistik


Peluang

1. Dapat membentuk pengalaman dalam kepemimpinan

2. Dapat membentuk karakter yang bijak dan mampu membuat keputusan

3. Dapat membentuk tim yang mampu bekerja sama menangani kasus TB-HIV


4. Aplikasi model kepemimpinan untuk fasilitas kesehatan tingkat lanjut untuk peningkatan mutu (keselamatan pasien dan petugas kesehatan)

Pada kasus ini, model kepemimpinan dengan kepribadian INTJ yang dapat digunakan adalah model kepemimpinan strategis. Pada model kepemimpinan ini, pemimpin INTJ dapat merumuskan visi jangka panjang yang jelas dan strategis untuk meningkatkan mutu standar keselamatan pasien dan petugas kesehatan yang tinggi dengan memberikan solusi kreatif dan inovatif untuk masalah yang kompleks. Seperti pada contoh risiko jatuh.

Kepemimpinan model strategis INTJ dapat melakukan hal tersebut:

  • Memberikan visi untuk mengurangi risiko jatuh 
  • Membangun kepercayaan tim untuk mengurangi risiko jatuh
  • Memberikan motivasi kepada tim dan meningkatkan semangat tim dalam mengurangi risiko jatuh dengan cara kreatif berdasarkan data dan analisis yang telah diperoleh 

Tantangan

  • Kesulitan Komunikasi yang baik untuk mendapatkan dukungan tim.
  • Keterbatasan sumber daya untuk mencegah risiko jatuh
  • Sifat INTJ yang terlalu kritis
  • Kecenderungan INTJ untuk tidak terbuka terhadap masukkan

Peluang

  • Peningkatan kualitas usaha mengurangi risiko jatuh melalui evaluasi dan refleksi feedback.
  • Peningkatan semangat anggota tim melalui lingkungan kerja yang mendukung dan inspiratif
  • Penemuan solusi-solusi baru yang bisa diimplementasikan ke depan yang dihasilkan dari kerjasama tim


5. Kesimpulan

INTJ-A (Introverted, Intuitive, Thinking, Judging, Assertive). Orang dengan tipe kepribadian ini dikenal sebagai individu yang analitis, logis, dan kreatif. Oleh sebab itu, orang dengan kepribadian INTJ dijuluki sebagai ahli strategi. Dalam memimpin, INTJ dapat menggunakan berbagai macam model kepemimpinan seperti transformasional, visioner, strategis, dan lain sebagainya untuk menangani masalah yang dihadapi. Dalam kepemimpinan yang strategis, INTJ dapat menangani masalah dengan visi yang kuat untuk masa depan, maka bisa didapatkan gambaran yang jelas tentang tujuan jangka panjang dan arah yang harus diambil oleh tim. Dan model kepemimpinan ini juga dapat fokus pada perencanaan jangka panjang dan pengambilan keputusan yang didasarkan pada data dan analisis sehingga dapat melihat gambaran besar dan merumuskan strategi yang efektif untuk mencapai tujuan.


6. Daftar Pustaka

1. The 16 MBTI® Personality Types [Internet]. [dikutip 5 Juli 2024]. Tersedia pada: https://www.myersbriggs.org/my-mbti-personality-type/the-16-mbti-personality-types/

2. Kemenkes RI. Rencana Aksi Nasional Kolaborasi TB-H


IV 2020-2024 [Internet]. 2021. Available from: https://tbindonesia.or.id/wp-content/uploads/2022/09/RAN-Kolaborasi-TB-HIV-2020-2024.pdf

3. Kemenkes RI. Rencana Aksi Nasional Kolaborasi TB-HIV 2020-2024 [Internet]. 2021. Available from: https://tbindonesia.or.id/wp-content/uploads/2022/09/RAN-Kolaborasi-TB-HIV-2020-2024.pdfi. 

4. 12 Leadership Models That Can Define Your Style | USAHS [Internet]. [cited 2024 Jul 7]. Available from: https://www.usa.edu/blog/leadership-models/

5. Robbins SP, Judge TA. Organizational Behavior. 15th ed. Pearson Education Limited; 2013.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WARTA TALENTA PRO PATRIA ET HUMANITATE DI TANAH MINAHASA

INTP-T Sebagai Pemimpin

Logic Champion as a Leader