Dinamis dan Adaptif: Keefektifan Si Enterpreneur dalam Kepemimpinan Transformasional dan Situasional

Dinamis dan Adaptif: Keefektifan Si Enterpreneur dalam Kepemimpinan Transformasional dan Situasional 

Nama : Lintang Gracia

NIM : 21.P1.0005


ESTP adalah tipe kepribadian dengan sifat Extraverted (ekstrovert), Observant (observan), Thinking (pemikir), dan  Prospecting (prospektif) atau sering disebut sebagai kepribadian Entrepreneur. Orang-orang dengan tipe kepribadian ini cenderung energik dan berorientasi pada tindakan, dengan cekatan menyelesaikan apa pun yang ada di depan mereka. Mereka suka membuka peluang hidup, baik dengan cara bersosialisasi dengan orang lain atau dalam kegiatan yang lebih pribadi. Orang dengan kepribadian ESTP seringkali dikenal dengan karakteristik yang dinamis, adaptif, dan praktis. Kepribadian ini termasuk salah satu tipe kepribadian yang sangat relevan dalam konteks kepemimpinan di dunia medis, di mana keputusan cepat dan tindakan tepat sering kali menjadi penentu keberhasilan. Sebagai pemimpin, orang dengan kepribadian ESTP cenderung mengutamakan hasil konkret dan fokus pada solusi yang efektif serta efisien. Dalam situasi krisis, pemimpin ini mampu tetap tenang dan memberikan solusi praktis yang dapat diimplementasikan dengan segera. Keterampilan interpersonal sebagai ekstrovert memudahkan ESTP dalam berinteraksi dan memberikan dukungan langsung kepada tim.1,2

Dalam menghadapi tantangan di dunia kesehatan, model kepemimpinan yang paling sesuai dengan karakteristik ESTP adalah kepemimpinan transformasional dan situasional. Model kepemimpinan transformasional dan situasional sangat relevan dalam konteks ini. Kepemimpinan transformasional memungkinkan pemimpin untuk menginspirasi dan memotivasi tim, menciptakan visi yang jelas dan mengajak semua pihak untuk berkomitmen terhadap tujuan bersama.3 Sementara itu, kepemimpinan situasional memberikan fleksibilitas untuk menyesuaikan gaya kepemimpinan sesuai dengan situasi dan kebutuhan yang berbeda-beda, memastikan respons yang cepat dan tepat dalam menghadapi dinamika yang ada.4 Kombinasi dari kedua model ini memungkinkan ESTP untuk mengubah gaya kepemimpinan sesuai dengan kebutuhan tim dan kondisi yang dihadapi, memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil adalah yang paling tepat dan efektif dalam konteks tersebut. Fleksibilitas ini sangat penting di dunia medis yang dinamis dan penuh tantangan.4

Dalam konteks kesehatan global, TB dan HIV masih menjadi tantangan besar yang memerlukan pendekatan terpadu dan holistik untuk penanganannya. Di Indonesia, TB dan HIV terus memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat, mengharuskan adanya intervensi yang efektif di tingkat fasilitas kesehatan primer, seperti Puskesmas. Salah satu kunci keberhasilan dalam penanganan TB-HIV adalah kepemimpinan yang efektif yang mampu menggerakkan berbagai sektor dan sumber daya menuju tujuan yang sama. Penerapan model kepemimpinan transformasional dan situasional dapat sangat mendukung kegiatan lintas program penanganan TB-HIV. Fokus utama adalah memastikan advokasi yang efektif, penguatan tim, dan koordinasi lintas sektor. 

Sebagai pemimpin, si ESTP akan menginspirasi dan memotivasi tim dengan visi yang jelas tentang pentingnya penanganan TB-HIV, mengajak mereka untuk berpartisipasi aktif dalam setiap tahap program. Selain itu, saya akan mendorong inovasi melalui diskusi intelektual dan pemberdayaan individu untuk berkontribusi dengan ide-ide mereka. Berikut adalah fokus dalam pelaksanaan program penanganan TB-HIV:

1. Advokasi dan Penguatan Tim

Advokasi dalam penanganan TB-HIV memerlukan komunikasi yang efektif dan persuasif untuk mempengaruhi kebijakan dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Saya akan menggunakan kemampuan komunikasi ESTP untuk membangun hubungan dengan pemangku kepentingan dan menggalang dukungan bagi program ini. Penguatan tim juga menjadi prioritas, dengan fokus pada pelatihan dan pengembangan kompetensi agar setiap anggota tim siap menghadapi tantangan di lapangan.

2. Koordinasi Lintas Sektor dan Kolaborasi Interprofesional

Kegiatan penanganan TB-HIV membutuhkan koordinasi yang baik antara berbagai sektor, termasuk kesehatan, sosial, dan pendidikan. Sebagai pemimpin transformasional dan situasional, ESTP akan memastikan adanya komunikasi yang terbuka dan kolaboratif antara semua pihak. Pendekatan interprofesional akan didorong untuk memanfaatkan keahlian dari berbagai disiplin ilmu, meningkatkan efektivitas program melalui sinergi tim.

3. Monitoring dan Evaluasi

Monitoring dan evaluasi yang kontinu sangat penting untuk menilai keberhasilan program dan membuat perbaikan yang diperlukan dengan cara menerapkan pendekatan yang sistematis dalam pengumpulan data dan analisis, serta memfasilitasi diskusi reflektif dalam tim untuk mengevaluasi kinerja dan strategi. Dengan demikian, kita dapat memastikan bahwa program penanganan TB-HIV berjalan sesuai rencana dan mencapai tujuan yang diharapkan.

Dalam implementasi program ini, beberapa tantangan yang mungkin dihadapi termasuk resistensi terhadap perubahan, keterbatasan sumber daya, dan koordinasi yang kompleks antar sektor. Untuk mengatasi tantangan ini, strategi antisipatif seperti pelatihan berkelanjutan, peningkatan kemampuan komunikasi, dan manajemen sumber daya yang efisien dapat diterapkan. Di sisi lain, peluang yang ada termasuk peningkatan kolaborasi interprofesional dan penggunaan teknologi untuk meningkatkan efektivitas program juga dapat dilakukan. Dalam peningkatan mutu di fasilitas kesehatan tingkat lanjut, khususnya dalam konteks keselamatan pasien, model kepemimpinan transformasional dan situasional juga sangat relevan.

  Fokus utamanya adalah pada keselamatan pasien, yang mencakup identifikasi pasien yang benar, komunikasi efektif, pencegahan medication error, safety surgery, pencegahan infeksi, dan pencegahan risiko jatuh. Seorang ESTP akan fokus pada salah satu sasaran keselamatan pasien, yaitu melalui komunikasi efektif. Komunikasi yang jelas dan tepat waktu antara tim medis adalah kunci untuk mencegah kesalahan dan memastikan keselamatan pasien. Dengan kemampuan komunikasi persuasif dan kepemimpinan yang inspiratif, pempimpin tersebut akan mendorong budaya transparansi dan keterbukaan dalam tim, memastikan bahwa setiap anggota merasa nyaman untuk menyuarakan kekhawatiran dan ide mereka. Tantangan yang mungkin dihadapi dalam upaya peningkatan komunikasi efektif biasanya disebabkan oleh adanya perbedaan budaya komunikasi di antara anggota tim, dan kurangnya pelatihan dalam komunikasi klinis.

Untuk mengatasi tantangan ini, program pelatihan komunikasi yang komprehensif dapat dilaksanakan dan sistem umpan balik yang konstruktif dapat diterapkan. Sebagai seorang pemimpin dengan kepribadian ESTP, harapanya mampu mengintegrasikan karakteristik dinamis dan adaptif dengan model kepemimpinan transformasional dan situasional untuk mencapai hasil yang optimal, terutama di dunia medis. Kemampuan untuk bertindak cepat, memberikan solusi praktis, dan berkomunikasi efektif dengan tim menjadikan seorang ESTP menjadi pemimpin yang efektif dalam mengelola program kesehatan baik di tingkat pertama maupun tingkat lanjut. Dengan menggunakan pendekatan yang tepat, ESTP dapat mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien serta petugas kesehatan.

 

 Daftar Pustaka:

  1. 16 MBTI Personality Types Descriptions [Internet]. [cited 2024 Jul 7]. Available from:https://www.myersbriggs.org/my-mbti-personality-type/the-16-mbti-personality-types/

  2. Strengths & Weaknesses | ESTP Personality (Entrepreneur) | 16Personalities [Internet]. [cited 2024 Jul 7]. Available from: https://www.16personalities.com/estp-personality

  3. Transformational leadership, 2nd ed. [Internet]. [cited 2024 Jul 7]. Available from: https://psycnet.apa.org/record/2005-13476-000

  4. Management-of-Organizational-Behavior-Read-Sample0001.pdf [Internet]. [cited 2024 Jul 7]. Available from: https://www.kenblanchardbooks.com/wp-content/uploads/2017/08/Management-of-Organizational-Behavior-Read-Sample0001.pdf

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

WARTA TALENTA PRO PATRIA ET HUMANITATE DI TANAH MINAHASA

INTP-T Sebagai Pemimpin

Logic Champion as a Leader