ARTIS ATAU PEMIMPIN??!!

Nama: Clara Nelly Rillyna Simarmata

Nama: 21.P1.0046

               ESFP (Extravert,Obseervant,Feeling,Prospecting,Turbulent). Tipe ini merupakan beberapa dari enam belas tipe kepribadian. Tipe kepribadian ini termasuk Entertainer yang sponta, energik, dan orang yang antusias. Kepribadian ini memiliki kepekaan yang tinggi terhadap emosi orang lain dan sering menggunakan kecerdasan emosional untuk menciptakan suasana menyenangkan dalam setiap situasi. Entertainer atau penghibur ini secara spontan dapat ditemukan sedang bernyanyi dan menari, maka tipe ini dapat dengan mudah terhanyut dalam kegembiraan saat itu dan ingin semua orang merasakannya. Entertainer menyukai sorotan dan tidak sedikit yang mengatakan kepribadian ini seperti actor, tetapi mereka juga suka mengadakan pertunjukan untuk teman teman mereka, mengobrol dengan kecerdasan yang unik dan bersahaja, menyerap perhatian dan membuat setiap sesi cengkerama teraasa seperti sebuah pesta. Sangat sosial, Entertainer menikmati hal-hal yang paling sederhana, dan tidak ada kegembiraan yang lebih besar bagi mereka selain bersenang senang dengan kelompok teman yang baik. Entertainer memiliki rasa estetika yang paling kuat dibandingkan tipe kepribadian apapun, seperti pakaian dan dandanan hingga rumah yang tertata bagus. Kepribadian ini sangat menyukai mode, mengetahui apa yang menarik saat mereka melihat. Entertainer memiliki rasa ingin tahu, mengeksplorasi desain dan gaya baru dan mudah.

               Kepribadian ini seringkali fokus pada kesenangan sesaat sehingga mereka mengabaikan tugas dan tanggung jawab yang memungkinkan kemewahan tersebut. Analisis yang kompleks, tugas yang berulang, dan mencocokkan statistik dengan konsekuensinya nyata bukannlah aktivitas yang mudah bagi Entertainer, mereka suka mengandalkan keberuntungan atau  peluang atau sekedar meminta bantuan dari lingkaran pertemanan yang luas1.

               TB-HIV merupaka penyakit yang beresiko tinggi untuk terpapar dan terkena penyakit tersebut dan tidak dapat ditangkap secara memadai melalui penemuan kasus yang pasif. Oleh karena itu sangat diperlukan manajemen khusus untuk layanan kesehatan, terutama untuk penyakit yang memerlukan perawatan jangka panjang atau kronis2

               Pemimpin dalam kepribadian ESFP ini menerapkan beberapa dalam aplikasi model kepemimpinan dalam menangani penanganan TB-HIV yang mencakup:

a.      Advokasi

Pemimpin memberi kebebasan terhadap tim yang dipimpinnya, namun tetap memahami kelemahan dan kelebihan tim.

b.      Penguatan Tim

Pemimpin akan selalu berpikir optimis pada tanggung jawab yang dipegangnya untuk memimpin rencana yang akan dilakukan terhadap tim.

c.      Koordinasi Lintas Sektor

Pemimpin akan memilki kemampuan untuk menjaga tim tetap komunikasi yang efektif

d.      Kolaborasi Interprofesional

ESFP akan memberikan manfaat yang berdampak dengan pihak luar guna memberikan arahan yang efektif

e.      Monitoring

ESFP akan monitoring dengan menyenangkan tapi tetap memastikan tim tetap sesuai dengan prosedur yang ada.

Terdapat model kepimpinan untuk faskes tingkat pertama untuk kegiatan lintas program penanganan TB-HIV yaitu:

Person

Dalam kejadian ini pemimpi harus memiliki kesadaran dalam diri sendiri meskipun harus santai  dan menyenangkan, namun tetap memiliki rasa empati kepada tim dan mengetahui kelemahan dan kelebihan terhadap tim.

Situation: Dalam situasi ini harus memahami penanganan TB-HIV yang akan direncanakan oleh pemimpin seperti  jumlah penderita dan ketersediaan sumber daya yang akan ditangani

Conncetivity: Dalam hal ini harus membangun jaringan yang luas yang berada diluar daerah yang menjadi objek penyakit tersebut untuk memastikan pendekatan yang baik.

               Untuk memastikan pemimin ESFP ini dapat bekerja dengan baik perlu dipastikan tantangan dan peluang yang mungkin terjadi seperti

Orang: ENSP bisa terjadi kurang empati karena, sifatnya yang selalu fokus dan bersenang-senang sehingga lari dari tanggung jawab yang telah diberikan padanya

Situasi: tantangan yang mungkin terjadi sumber daya untuk menangani penyakit TB-HIV kurang dan memerlukan kebijakan dari pemimpin yang dapat memastikan bahwa kesempatan kondisi ini dapat memberian tim antisipasi yang baik sesuai dengan analisis situasi

Konektivitas: Memelihara hubunagan yang baik dan efektif adalah sesuatu yang sulit dilakukan untuk membangun koordinasi yang kuat. Hal ini menjadi tantangan yang mungkin terjadi dan sulit untuk antispasi terhadap komunitas lainnya.

Kesimpulan

               ESFP berfokus pada fakta yang ada daripada ide dan konsep yang membuat keputusan berdaarkan perasaan dan nilai dan lebih suka bersikap spontan dan fleksibel ketimbang terencana dan terorganisasi. Dalam situasi tersebut akan memudahkan pemimpin untuk mengelola program TB-HIV dan mendekatkan kepada komunitas lainnya

Daftar Pustaka

1.          Mulyono H. Kepemimpinan (Leadership) Berbasis Karakter Dalam Peningkatan Kualitas Pengelolaan Perguruan Tinggi. J Penelit Pendidik Sos Hum. 2018;3(1):290–7.

2.          Roemer, Emily J., West, Kesley L., Northrup, Jessica B., Iverson, Jana M, Cho. TB and HIV care for adolescents and young adults HHS Public Access. Physiol Behav. 2016;176(1):100–106.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

WARTA TALENTA PRO PATRIA ET HUMANITATE DI TANAH MINAHASA

INTP-T Sebagai Pemimpin

Logic Champion as a Leader